Catat, Kendaraan Keluaran Baru Tidak Dirancang untuk BBM Oktan Rendah
Jum'at, 29 Juli 2022 - 05:55 WIB
loading...
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mengingatkan, bahwa kendaraan terbaru, yakni yang diproduksi sejak 2018, tidak dirancang untuk BBM RON rendah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( GAIKINDO ) mengingatkan, bahwa kendaraan terbaru , yakni yang diproduksi sejak 2018, tidak dirancang untuk BBM RON rendah . Sebab sesuai aturan Pemerintah, seluruh kendaraan roda empat memang harus menerapkan standar emisi gas buang EURO-4.
Baca Juga: Penggunaan BBM Oktan Tinggi Sejalan dengan Target Pengurangan Emisi
Dengan demikian, selain mesin disesuaikan untuk EURO-4, BBM yang digunakan pun harus memenuhi standar tersebut, yakni yang berkadar oktan tinggi, seperti Pertamax Series.
“Sejak saat itu, mesin semua kendaraan harus memenuhi standar emisi gas buang EURO-4. Supaya bisa menghasilkan emisi gas buang sesuai EURO-4, maka bahan bakarnya pun harus sesuai standar EURO-4,” jelas Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara, dalam keterangannya.
Sejak 2018, Pemerintah memang menerapkan standar emisi gas buang bagi seluruh kendaraan roda empat. Dan menurut Kukuh, aturan tersebut berlaku bagi semua jenis kendaraan, termasuk jenis Low Cost Green Car (LCGC) atau kendaraan ekonomis dan ramah lingkungan.
Dengan kebijakan ini, lanjut Kukuh, seluruh industri otomotif nasional pun memiliki kewajiban memproduksi mobil dengan standar EURO-4, sebagai langkah mendukung kebijakan pemerintah.
Standari emisi EURO-4 diatur melalui Peraturan Menteri LHK No.P. 20 Tahun 2017 Tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih Tipe Baru Katagori M, N dan O. Tertuang dalam pasal 2 ayat 1, setiap usaha dan/atau kegiatan produksi kendaraan bermotor tipe baru, wajib memenuhi ketentuan Baku Mutu Emisi Gas Buang standar EURO-4.
Baca Juga: Penggunaan BBM Oktan Tinggi Sejalan dengan Target Pengurangan Emisi
Dengan demikian, selain mesin disesuaikan untuk EURO-4, BBM yang digunakan pun harus memenuhi standar tersebut, yakni yang berkadar oktan tinggi, seperti Pertamax Series.
“Sejak saat itu, mesin semua kendaraan harus memenuhi standar emisi gas buang EURO-4. Supaya bisa menghasilkan emisi gas buang sesuai EURO-4, maka bahan bakarnya pun harus sesuai standar EURO-4,” jelas Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara, dalam keterangannya.
Sejak 2018, Pemerintah memang menerapkan standar emisi gas buang bagi seluruh kendaraan roda empat. Dan menurut Kukuh, aturan tersebut berlaku bagi semua jenis kendaraan, termasuk jenis Low Cost Green Car (LCGC) atau kendaraan ekonomis dan ramah lingkungan.
Dengan kebijakan ini, lanjut Kukuh, seluruh industri otomotif nasional pun memiliki kewajiban memproduksi mobil dengan standar EURO-4, sebagai langkah mendukung kebijakan pemerintah.
Standari emisi EURO-4 diatur melalui Peraturan Menteri LHK No.P. 20 Tahun 2017 Tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih Tipe Baru Katagori M, N dan O. Tertuang dalam pasal 2 ayat 1, setiap usaha dan/atau kegiatan produksi kendaraan bermotor tipe baru, wajib memenuhi ketentuan Baku Mutu Emisi Gas Buang standar EURO-4.
Lihat Juga :