Pemerintah Diminta Segera Koreksi Kuota BBM Bersubsidi

Jum'at, 29 Juli 2022 - 15:18 WIB
loading...
Pemerintah Diminta Segera...
Pemerintah diminta segera mengajukan koreksi kuota BBM bersubsidi tahun ini ke DPR untuk mengindari kemungkinan terjadinya kelangkaan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta segera mengambil sikap dan keputusan terkait penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi solar dan pertalite yang tahun ini diperkirakan bakal terlampaui. Hal ini penting agar tak terjadi kelangkaan BBM saat kuota benar-benar terlampaui.

"Ini penting agar pada saatnya nanti ketika kuota BBM subsidi benar-benar habis, Pertamina sebagai badan usaha yang ditugaskan untuk menyediakan dan mendistribusikan BBM PSO dapat tetap lancar menyediakan dan mendistribusikannya ke masyarakat," tegas Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskpei) Sofyano Zakaria, Jumat (29/7/2022).

Baca Juga: BPH Migas: Tak Ada Pengendalian, Kuota BBM Subsidi Habis 4 Bulan Lagi

Permintaan penambahan kuota harus sedini mungkin disampaikan pemerintah ke DPR sehingga dapat segera memperoleh persetujuan dari Dewan. Sofyano khawatir, jika proses ini berjalan lamban, maka akan terjadi kelangkaan BBM di masyarakat yang akan menjadi masalah serius bagi pemerintah.

"Pertamina Patra Niaga sebagai badan usaha perlu mendapatkan kejelasan dan perintah tertulis dari Pemerintah untuk tetap melakukan distribusi BBM bersubsidi sebagaimana mestinya jika terjadi over quota, karena ada konsekuensi biaya," tuturnya.

Sofyano menambahkan, koreksi penambahan kuota tidak bisa menunggu hasil pelaksanaan pengendalian pembelian BBM bersubsidi. Sementara itu, dia mengingatkan, kekosongan atau kelangkaan BBM dalam hitungan hari saja punya dampak luar biasa terhadap perekonomian dan kondisi sosial politik dan keamanan.

Baca Juga: Bukan Gertak Sambal, Mantan Presiden Rusia Pamer Peta Masa Depan Ukraina

Pertamina ) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga mencatat konsumsi atau kuota jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) yakni RON 90 atau pertalite semakin menipis, dimana hingga Juni 2022 tersisa 8,8 juta kiloliter (KL) saja.

"Rinciannya, sampai Juni 2022 konsumsi Pertalite sudah menembus 14,2 juta KL dari target yang dicanangkan pemerintah dan DPR pada tahun ini mencapai 23 juta KL," ungkap Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting.

Dalam hitungan kasar, kata Irto, selama 6 bulan pemakaian BBM Pertalite mencapai 14,2 juta KL. Artinya selama 6 bulan ke depan, setodaknya dibutuhkan jumlah yang sama. Sementara, kuota BBM Pertalite yang tersisa tinggal 8,8 juta KL.

"Oleh karena itu, butuh pembatasan segera penggunaan konsumsi BBM Pertalite tersebut. Karena kalau dilihat konsumsi per Juni, tanpa ada pengaturan, maka akan over quota. Saat ini Pemerintah dan Pertamina sedang merumuskan pembatasan pembelian Pertalite sesuai dengan kriteria tertentu untuk kendaraan roda empat, agar penggunaan Pertalite bisa lebih tepat sasaran," imbuhnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
Pertamina Buka Rekrutmen...
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
Kegiatan Homecoming...
Kegiatan Homecoming Tour Local Heroes Indonesia
Uji Dynotest Tukang...
Uji Dynotest Tukang Solar di Thailand: Berapa Besar Kenaikan Tenaga Toyota FJ Cruiser Terbaru?
Lowongan Internship...
Lowongan Internship Pertamina Group 2026 Dibuka, Tersedia 400 Lebih Posisi untuk Fresh Graduate!
Rekomendasi
Tak Asal Review! Aleta...
Tak Asal Review! Aleta Novianda Bocorkan 5 Cara Bikin Konten Review Skincare yang Menarik Jutaan Penonton
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved