Menhub Libatkan UGM dan ITB Jadi Tenaga Ahli di Proyek Kereta Cepat dan LRT Jabodebek

Jum'at, 29 Juli 2022 - 22:41 WIB
loading...
Menhub Libatkan UGM dan ITB Jadi Tenaga Ahli di Proyek Kereta Cepat dan LRT Jabodebek
Menhub Budi Karya Sumadi melibatkan perguruan tinggi di Indonesia dalam pembangunan proyek strategis nasional di antaranya kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Perhubungan ( Menhub ) Budi Karya Sumadi melibatkan perguruan tinggi di Indonesia dalam pembangunan proyek strategis nasional di antaranya kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek. Hal itu untuk mendampingi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam melakukan review atas kesiapan operasi LRT dan Kereta Cepat Jakarta Bandung.

"Zero accident harus menjadi prinsip utama kita, apalagi dua proyak ini sarat teknologi baru. Oleh karenanya saya datang ke laboratorium ini untuk mengundang langsung keterlibatan UGM dan ITB menjadi tenaga ahli pendamping Kementerian Perhubungan dalam melakukan review akan kesiapan operasi LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta Bandung bersama konsultan Crossrail International yang ditugaskan dari Department for Transportation Inggris," kata Menhub dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (29/7/2022).

Baca Juga: Luhut: Kereta Cepat Simbol Negara Maju

Menhub menegaskan, pihaknya ingin agar nantinya baik proyek kereta cepat Jakarta-Bandung maupun proyek LRT Jabodebek tidak hanya memiliki kualitas konstruksi yang baik, namun juga memiliki standar pelayanan dan keselamatan yang prima saat beroperasi nanti.

Dirinya berharap nantinya kedua proyek tersebut memiliki kualitas yang sama dengan kereta cepat Shinkansen yang beroperasi di Jepang. Selain itu, Menhub juga mendorong peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada proyek infrastruktur transportasi.

Sementara itu Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi Kementerian Perhubungan yang telah melibatkan perguruan tinggi di Indonesia dalam proyek pembangunan infrastruktur transportasi.

Menurut Selo, hal ini menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi pada pembangunan infrastruktur transportasi khususnya teknologi sektor perkeretaapian.

"Terima kasih kesempatan yang diberikan Kementerian Perhubungan untuk masuk ke dunia perkeretaapian. Kami selama ini mungkin kurang area bermain, kurang masuk kesana, tentu hal ini menjadi suatu kesempatan yang luar biasa agar kami dapat berkontribusi membangun kemandirian teknologi," ungkap Selo.

Baca Juga: Pemerintah Optimistis Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Rampung di 2023

Selanjutnya, pihaknya berharap dengan keterlibatan ini maka akan menjadi kesempatan bagi Indonesia ke depan untuk tidak lagi bergantung dengan teknologi luar negeri.

"Ini suatu kesempatan bagi kita untuk sedikit demi sedikit menguasai meskipun baru mengintegrasikan, menjadi kesempatan bagi kita untuk menguasai paling tidak kita tidak tergantung pada vendor tertentu. Sehingga kita punya kewenangan keleluasaan untuk memilih, ini adalah suatu kemandirian keputusan," ujar Selo.

(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1229 seconds (11.97#12.26)