Menggali Prospek Sektor Residensial Kelas Atas di Wilayah Karawang

Sabtu, 30 Juli 2022 - 06:06 WIB
loading...
Menggali Prospek Sektor...
Hunian residensial kelas atas di wilayah Karawang dinilai oleh pengamat properti masih prospektif seiring gencarnya pengembangan infrastruktur yang menjadi fokus prioritas Pemerintah Kabupaten Karawang di 2022. Foto/Dok
A A A
KARAWANG - Hunian residensial kelas atas di wilayah Karawang dinilai oleh pengamat properti masih prospektif seiring dengan gencarnya pengembangan infrastruktur yang menjadi fokus prioritas Pemerintah Kabupaten Karawang di 2022. Tidak hanya itu, masuknya sejumlah investor multinasional akan menjadi peluang tinggi bagi para pelaku usaha di sektor properti untuk mengembangkan bisnisnya.

Baca Juga: Pengembang Mulai Respons Permintaan Hunian Premium

Director Research Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus menjelaskan, secara jangka panjang Karawang akan menjadi daya tarik investor sektor properti. Sebab, perusahaan multinasional berskala besar menyerap banyak tenaga kerja baik di wilayah Karawang Jabodetabek, dan wilayah lainnya yang tentu membutuhkan hunian yang layak dan mendukung mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.

”Tentu akan meningkatkan kebutuhan hunian untuk karyawan pabrik dan eksekutif serta ekspatriat. Maka pengembang masih terus melihat Karawang sebagai area yang prospektif,” ujarnya.

Seberapa besar prospek investasi properti di Karawang, ucap Anton, sejalan dengan besarnya potensi pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang membuka produksi di sana. Semakin meningkatnya perekonomian dari hasil produksi maka saat itu juga terjadi pertumbuhan demand properti.

”Karawang masih banyak yang belum digali. Saat ini, kebutuhan rumah dengan harga terjangkau demandnya memang masih mendominasi. Tapi untuk residensial dengan kelas di atasnya, itu yang masih prospektif,” ungkapnya.

Anton juga meyakini bahwa keberadaan pengembang properti besar akan mempercepat realisasi Karawang sebagai tujuan baru investasi properti di Jawa Barat.

”Memang bagusnya kalau kita beli kepada pengembang properti yang punya nama maka investasi jauh lebih aman, risiko lebih kecil dibanding pengembang yang belum punya track record banyak. Lalu kecenderungan kenaikan value lebih tinggi,” ujar Anton.

Salah satu pengembang properti yang saat ini tengah agresif membangun Karawang melalui unit bisnisnya yakni Agung Podomoro. Sebagai salah satu pengembang yang sudah lama berkiprah di dunia properti ini menyediakan beberapa segmen properti seperti rumah tapak melalui pembangunan hunian eksklusif Kota Kertabumi, area komersial Grand Taruma Commercial dan next project kawasan terintegrasi kebanggaan Agung Podomoro di Karawang.

CEO Grand Taruma dan Kota Kertabumi Franky M. Martono mengaku telah membangun dan mengembangkan proyek eksisting dengan beberapa segmen properti untuk kelas menengah ke atas.

“Kami melihat tiga aspek utama dari sisi pengembangan produk properti diantaranya industrial, komersial dan residensial. Pertama, Karawang sudah dikenal sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara sehingga keberadaannya akan memberikan efek berganda yang sangat luas," kata Franky.

Baca Juga: Hunian Premium Bertajuk New Menteng Hadir di Gading Serpong

"Kondisi ini praktis akan menciptakan usaha komersial yang akan menciptakan ekonomi baru. Terakhir, dengan statusnya sebagai kawasan industri yang banyak menyerap tenaga kerja, diyakini banyak masyarakat yang membutuhkan hunian yang layak dan mendukung mobilitas masyarakat yang sangat tinggi,” sambungnya.

Franky menyatakan, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Karawang karena menjadikan sektor infrastruktur sebagai sektor prioritas yang akan terus dikebut di tahun 2022 ini. Pembangunan infrastruktur diyakini akan membantu mendorong pertumbuhan sektor properti di wilayah karawang. “Kami meyakini bahwa komitmen perusahaan untuk membangun Karawang dapat selaras dengan visi dan misi Pemkab Karawang”, tegas Franky.

Soal investasi properti disampaikan oleh Anton, bahwa momen kenaikan inflasi yang terjadi seperti saat ini menjadi momen tepat untuk berinvestasi properti. Mencari aset properti yang masih memiliki ruang pertumbuhan nilai yang luas.

”Secara umum properti dikatakan instrumen investasi yang bisa lebih baik karena dia tidak terlalu terpengaruh oleh inflasi. Memang benar, secara jangka panjang, harga properti masih naik dan tidak kayak pasar uang,” tuturnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Garap Proyek Properti...
Garap Proyek Properti Baru, Kinnara Capital Gandeng TSG Construction Indonesia
Lippoland Raih Top CSR...
Lippoland Raih Top CSR Awards 2026, Perkuat Komitmen Implementasi ESG
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
Mengukur Potensi Properti...
Mengukur Potensi Properti dan Bisnis dari Arah Perkembangan Kawasan
Jawab Kebutuhan Pasar,...
Jawab Kebutuhan Pasar, Park Serpong Hadirkan Hunian Mulai Rp330 Juta-996 Jutaan
Gelar RUPST 2026, LPKR...
Gelar RUPST 2026, LPKR Umumkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
Menikmati Akhir Pekan...
Menikmati Akhir Pekan Romantis di Karawang, dari Ofuro Hingga Kuliner Khas Jepang
Pengembangan Usaha Kreatif,...
Pengembangan Usaha Kreatif, Mahasiswa UMB Raih Juara Nasional UNEX 2026 di Karawang
Rekomendasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved