Kinerja Solid, Bank BTPN Cetak Laba Bersih Rp1,67 Triliun di Semester I 2022
Selasa, 02 Agustus 2022 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Dari sisi penyaluran kredit, hingga akhir Juni 2022 BTPN telah menyalurkan sebesar Rp 149,26 triliun atau tumbuh 10 persen dari sebelumnya Rp 135,59 triliun. Adapun, kredit di segmen korporasi meningkat sebesar 22 persen secara tahunan dan kredit syariah tumbuh sebesar 11 persen.
Di samping itu, perseroan mampu menjaga kualitas kredit tetap baik, hal itu tercermin rasio gross Non-Performing Loan (NPL) yang berada di level 1,35 persen, menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar 1,46 persen, dan masih relatif rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 3,04 persen pada akhir Mei 2022.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tercatat meningkat sebesar 7 persen di semester I 2022 dari sebelumnya sebesar Rp 96,64 triliun menjadi Rp 103,17 triliun. Hal itu disebabkan oleh meningkatnya saldo Current Account Saving Account (CASA) sebesar 38 persen, dari Rp 28,28 triliun menjadi Rp 38,93 triliun, sehingga rasio CASA meningkat dari sebelumnya 29,3 persen menjadi 37,7 persen. Sementara, time deposit mengalami penurunan sebesar 6 persen menjadi Rp 64,24 triliun.
"Upaya menghimpun DPK dilakukan sejalan dengan upaya menekan biaya dana seiring dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih rendah, cost of fund turun dari 3,6 persen menjadi 2,9 persen," kata dia.
Baca Juga: Pendapatan Meningkat, Telkom Catat Laba Bersih Rp13,31 Triliun di Semester I 2022
Di samping itu, perseroan mampu menjaga kualitas kredit tetap baik, hal itu tercermin rasio gross Non-Performing Loan (NPL) yang berada di level 1,35 persen, menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar 1,46 persen, dan masih relatif rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 3,04 persen pada akhir Mei 2022.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tercatat meningkat sebesar 7 persen di semester I 2022 dari sebelumnya sebesar Rp 96,64 triliun menjadi Rp 103,17 triliun. Hal itu disebabkan oleh meningkatnya saldo Current Account Saving Account (CASA) sebesar 38 persen, dari Rp 28,28 triliun menjadi Rp 38,93 triliun, sehingga rasio CASA meningkat dari sebelumnya 29,3 persen menjadi 37,7 persen. Sementara, time deposit mengalami penurunan sebesar 6 persen menjadi Rp 64,24 triliun.
"Upaya menghimpun DPK dilakukan sejalan dengan upaya menekan biaya dana seiring dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih rendah, cost of fund turun dari 3,6 persen menjadi 2,9 persen," kata dia.
Baca Juga: Pendapatan Meningkat, Telkom Catat Laba Bersih Rp13,31 Triliun di Semester I 2022
Lihat Juga :