Kalla Group Sabet Penghargaan TOP CSR of The Year
Rabu, 03 Agustus 2022 - 18:01 WIB
loading...
Kalla Group berhasil menyabet penghargaan Top CSR of the year 2022 yang diselenggarakan oleh Infobrand.id bekerja sama dengan Tras N Co Indonesia. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Kalla Group berhasil menyabet penghargaan Top Corporate Social Responsibility (CSR) of the year 2022 yang diselenggarakan oleh Infobrand.id bekerja sama dengan Tras N Co Indonesia. Kalla Group menjadi salah satu dari 100 perusahaan yang dinilai memberi pengaruh positif dalam penyaluran CSR.
Chief Corporate Secretary & Legal Officer Kalla Group, Subhan Djaya mengaku bersyukur atas penghargaan yang diberikan. Kendati begitu, konsep CSR yang dilakukan pihaknya akan terus dievaluasi.
Baca juga:Kalla Dorong Pengembangan UMKM dalam Gernas BBI Sulbar
"Pada intinya adalah kami tidak mengejar penghargaan. Karena CSR kami ke bidang pendidikan, maupun donasi-donasi ke masyarakat sudah sejak lama, dan konsep CSR kami terus dievaluasi dengan melihat kebutuhan masyarakat," ungkap Subhan.
Penghargaan ini ditentukan berdasarkan penilaian Top CSR Index yang dilakukan penyelenggara pada bulan Maret-Mei 2022, terhadap lebih dari 300 perusahaan di Indonesia. Data untuk penilaian berdasarkan kegiatan CSR sepanjang satu tahun terkahir melalui laporan keberlanjutan perusahaan tahun 2021 yang telah terpublikasi, data kegiatan CSR di berbagai media online dan website resmi perusahaan serta mengacu pada tiga parameter penilaian.
Pertama, CSR Concept, menilai konsep kegiatan CSR yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan mengacu dari data yang dipublikasikan. Kemudian CSR Impact, menilai kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan memberikan impact positif bagi masyarakat dilihat dari jumlah penerima manfaat dan bentuk donasi yang dilakukan, dan CSR Donation Value, mengukur jumlah donasi yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan program CSR.
Selain Kalla Group, beberapa perusahaan lain yang meraih penghargaan serupa ialah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, PT Signify Commercial Indonesia, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT PP (Persero) Tbk, PT Avia Avia Tbk, PT Semen Gresik, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dan lain sebagainya.
Dalam setahun, rata-rata Kalla Group menggelontorkan setidaknya sekitar Rp50 miliar untuk CSR. Jumlah itu ditargetkan habis dalam satu tahun sehingga program-program bisa direalisasikan dengan maksimal.
Ketua Yayasan Hadji Kalla, Fatimah Kalla membeberkan, penyaluran CSR juga dialokasikan dalam bentuk bantuan fisik. Seperti pembangunan sentra pendidikan dan bantuan perlengkapan, hingga perluasan masjid.
"Ada sumbangan ke beberapa universitas. Kemarin kami serahkan peralatan teknik di UKI Paulus Toraja dan tahun ini di UIM. Mesjid Raya Bone juga kami bantu untuk diperluas, itu anggarannya sampai 13 miliar. Juga di Masjid Raya Makassar dan Masjid Al Markaz," jelas Fatimah.
Baca juga:Kalla Startup Hunt Seri ke-3 Bahas Peluang Bisnis Sektor Transportasi dan Logistik
Di sektor lainnya, Kalla Group melalui community development terus berupaya meningkatkan produktivitas masyarakat di desa. Setidaknya, ada sekitar 30 desa binaan di 3 provinsi yang dibantu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.
"Ada juga pembinaan petani cokelat, bekerja sama dengan NGO Amerika. Ada sekitar 7.000 petani dalam kurun tahun 2015-2018. Di lingkungan juga kami berkontribusi dalam sustainability development. Penghijauan di beberapa tempat," urainya.
"Ini bagian dr pertanggungjawaban kami ke masyarakat bahwa kami melakukan kegiatan bisnis di masyarakat tapi kami juga mau membantu di banyak hal supaya bisa sejahtera bersama dan maju bersama," tandas Fatimah.
Terkini, Kalla Group sedang menjalankan salah satu program CSR di bidang kemanusiaan melalui Pelatihan Dasar SAR "Emergency Respon Team KALLA". Program tersebut dijalankan bersama Basarnas dalam rangka menyiapkan tenaga terampil yang siap diperbantukan dalam kegiatan penanganan bencana alam.
Sebanyak 21 karyawan yang berasal dari berbagai unit bisnis Kalla Group mengikuti pelatihan ini. Kegiatannya berlangsung selama 12 hari, 3-14 Agustus 2022 di tiga lokasi yakni Makassar, Maros dan Gowa.
"Melihat histori bencana di daerah kita, kami memang menginginkan adanya tim cepat tanggap yang siap diturunkan. Dengan adanya pelatihan ini, kami dapat membuat tim yang lebih berkualitas, bahkan memiliki standar internasional," ujar Imelda Jusuf Kalla, Finance Director Kalla.
Baca juga:Yayasan Hadji Kalla Gandeng ARC Banda Aceh Latih UMKM dan Petani Nilam
Sementara itu, Kepala Basarnas Sulsel, Djunaidi, mengatakan, kegiatan ini bukan asal pelatihan. Namun berstandar internasional, apalagi Basarnas sudah masuk International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG).
"Saat teman-teman di Kalla mengikuti pelatihan dasar SAR yang dibina Basarnas berarti sudah wajib menolong jika dibutuhkan di seluruh dunia untuk melakukan pertolongan. Untuk itu, kami sangat apresiasi Kalla yang telah menjalankan program ini," kata Djunaidi.
Chief Corporate Secretary & Legal Officer Kalla Group, Subhan Djaya mengaku bersyukur atas penghargaan yang diberikan. Kendati begitu, konsep CSR yang dilakukan pihaknya akan terus dievaluasi.
Baca juga:Kalla Dorong Pengembangan UMKM dalam Gernas BBI Sulbar
"Pada intinya adalah kami tidak mengejar penghargaan. Karena CSR kami ke bidang pendidikan, maupun donasi-donasi ke masyarakat sudah sejak lama, dan konsep CSR kami terus dievaluasi dengan melihat kebutuhan masyarakat," ungkap Subhan.
Penghargaan ini ditentukan berdasarkan penilaian Top CSR Index yang dilakukan penyelenggara pada bulan Maret-Mei 2022, terhadap lebih dari 300 perusahaan di Indonesia. Data untuk penilaian berdasarkan kegiatan CSR sepanjang satu tahun terkahir melalui laporan keberlanjutan perusahaan tahun 2021 yang telah terpublikasi, data kegiatan CSR di berbagai media online dan website resmi perusahaan serta mengacu pada tiga parameter penilaian.
Pertama, CSR Concept, menilai konsep kegiatan CSR yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan mengacu dari data yang dipublikasikan. Kemudian CSR Impact, menilai kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan memberikan impact positif bagi masyarakat dilihat dari jumlah penerima manfaat dan bentuk donasi yang dilakukan, dan CSR Donation Value, mengukur jumlah donasi yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan program CSR.
Selain Kalla Group, beberapa perusahaan lain yang meraih penghargaan serupa ialah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, PT Signify Commercial Indonesia, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT PP (Persero) Tbk, PT Avia Avia Tbk, PT Semen Gresik, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dan lain sebagainya.
Dalam setahun, rata-rata Kalla Group menggelontorkan setidaknya sekitar Rp50 miliar untuk CSR. Jumlah itu ditargetkan habis dalam satu tahun sehingga program-program bisa direalisasikan dengan maksimal.
Ketua Yayasan Hadji Kalla, Fatimah Kalla membeberkan, penyaluran CSR juga dialokasikan dalam bentuk bantuan fisik. Seperti pembangunan sentra pendidikan dan bantuan perlengkapan, hingga perluasan masjid.
"Ada sumbangan ke beberapa universitas. Kemarin kami serahkan peralatan teknik di UKI Paulus Toraja dan tahun ini di UIM. Mesjid Raya Bone juga kami bantu untuk diperluas, itu anggarannya sampai 13 miliar. Juga di Masjid Raya Makassar dan Masjid Al Markaz," jelas Fatimah.
Baca juga:Kalla Startup Hunt Seri ke-3 Bahas Peluang Bisnis Sektor Transportasi dan Logistik
Di sektor lainnya, Kalla Group melalui community development terus berupaya meningkatkan produktivitas masyarakat di desa. Setidaknya, ada sekitar 30 desa binaan di 3 provinsi yang dibantu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.
"Ada juga pembinaan petani cokelat, bekerja sama dengan NGO Amerika. Ada sekitar 7.000 petani dalam kurun tahun 2015-2018. Di lingkungan juga kami berkontribusi dalam sustainability development. Penghijauan di beberapa tempat," urainya.
"Ini bagian dr pertanggungjawaban kami ke masyarakat bahwa kami melakukan kegiatan bisnis di masyarakat tapi kami juga mau membantu di banyak hal supaya bisa sejahtera bersama dan maju bersama," tandas Fatimah.
Terkini, Kalla Group sedang menjalankan salah satu program CSR di bidang kemanusiaan melalui Pelatihan Dasar SAR "Emergency Respon Team KALLA". Program tersebut dijalankan bersama Basarnas dalam rangka menyiapkan tenaga terampil yang siap diperbantukan dalam kegiatan penanganan bencana alam.
Sebanyak 21 karyawan yang berasal dari berbagai unit bisnis Kalla Group mengikuti pelatihan ini. Kegiatannya berlangsung selama 12 hari, 3-14 Agustus 2022 di tiga lokasi yakni Makassar, Maros dan Gowa.
"Melihat histori bencana di daerah kita, kami memang menginginkan adanya tim cepat tanggap yang siap diturunkan. Dengan adanya pelatihan ini, kami dapat membuat tim yang lebih berkualitas, bahkan memiliki standar internasional," ujar Imelda Jusuf Kalla, Finance Director Kalla.
Baca juga:Yayasan Hadji Kalla Gandeng ARC Banda Aceh Latih UMKM dan Petani Nilam
Sementara itu, Kepala Basarnas Sulsel, Djunaidi, mengatakan, kegiatan ini bukan asal pelatihan. Namun berstandar internasional, apalagi Basarnas sudah masuk International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG).
"Saat teman-teman di Kalla mengikuti pelatihan dasar SAR yang dibina Basarnas berarti sudah wajib menolong jika dibutuhkan di seluruh dunia untuk melakukan pertolongan. Untuk itu, kami sangat apresiasi Kalla yang telah menjalankan program ini," kata Djunaidi.
(luq)
Lihat Juga :