Isu Reshuffle, Pengamat Sebut Ini Menteri Ekonomi yang Harus Diganti
Senin, 29 Juni 2020 - 11:57 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya sebaiknya posisi menko yang strategis diisi dari kalangan profesional bukan ketua partai politik. Kinerja Menko Perekonomian, menurut dia, masih level standar karena belum mampu membuat birokrasi kementerian teknis di bawahnya bekerja ekstra. "Perlu sosok yang tegas agar eksekusi stimulus dipercepat," tambahnya.
Posisi Menteri Keuangan disebutnya juga belum mampu menjaga agar pembiayaan utang dikelola secara lebih pruden. Padahal rasio utang terus naik, di saat yang sama beban pembayaran bunga utang menggerus belanja. "Sebelum pandemi saja beban pembayaran bunga utang sudah tergerus 17% dari total belanja pemerintah," ujarnya.
Dia mengkritisi seharusnya pemerintah mencari sumber alternatif seperti pembubaran lembaga atau kementerian yang tidak produktif. Sebelum dilakukan penerbitan utang baru. "Realokasi anggaran di internal belum optimal tapi sudah buru buru tambah utang," katanya. Baca: Reshuffle Menteri Dinilai Pilihan Dilematis bagi Jokowi
Posisi Menteri ketenagakerjaan juga disebut cukup gagal dalam mengatasi lonjakan PHK. Bahkan penunjukan PMO kartu prakerja di bawah Kemenko Perekonomian menunjukkan peran menteri tenaga kerja sangat minor. "Untuk urusan teknis saja seperti tidak punya power," ujarnya.
Bahkan Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan juga sebaiknya dikenakan pergantian. Menurutnya situasi sudah genting sehingga seluruh tim ekonomi perlu diganti total. Tim ekonomi yang disusun sebelumnya bukan untuk mengantisipasi krisis seperti sekarang.
Posisi Menteri Keuangan disebutnya juga belum mampu menjaga agar pembiayaan utang dikelola secara lebih pruden. Padahal rasio utang terus naik, di saat yang sama beban pembayaran bunga utang menggerus belanja. "Sebelum pandemi saja beban pembayaran bunga utang sudah tergerus 17% dari total belanja pemerintah," ujarnya.
Dia mengkritisi seharusnya pemerintah mencari sumber alternatif seperti pembubaran lembaga atau kementerian yang tidak produktif. Sebelum dilakukan penerbitan utang baru. "Realokasi anggaran di internal belum optimal tapi sudah buru buru tambah utang," katanya. Baca: Reshuffle Menteri Dinilai Pilihan Dilematis bagi Jokowi
Posisi Menteri ketenagakerjaan juga disebut cukup gagal dalam mengatasi lonjakan PHK. Bahkan penunjukan PMO kartu prakerja di bawah Kemenko Perekonomian menunjukkan peran menteri tenaga kerja sangat minor. "Untuk urusan teknis saja seperti tidak punya power," ujarnya.
Bahkan Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan juga sebaiknya dikenakan pergantian. Menurutnya situasi sudah genting sehingga seluruh tim ekonomi perlu diganti total. Tim ekonomi yang disusun sebelumnya bukan untuk mengantisipasi krisis seperti sekarang.
(bon)
Lihat Juga :