Pulihkan Penerbangan di Asia Tenggara, AP II dan Changi Airport Group Jajaki Potensi Sinergi

Kamis, 04 Agustus 2022 - 21:06 WIB
loading...
Pulihkan Penerbangan di Asia Tenggara, AP II dan Changi Airport Group Jajaki Potensi Sinergi
President Director AP II Muhammad Awaluddin (kiri). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT Angkasa Pura II atau AP II selaku pengelola sejumlah bandara di Indonesia bersama Changi Airport Group membahas upaya memperkuat pemulihan sektor penerbangan di Indonesia dan Asia Tenggara.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, pihaknya dan Changi Airport Group saat ini memiliki tujuan sama yakni mengakselerasi pemulihan sektor penerbangan yang terkena dampak hebat pandemi Covid-19.

“AP II dan Changi Airport Group sebagai dua operator bandara terbesar di kawasan Asean tengah mengeksplorasi kerja sama sehingga kami dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendorong pemulihan penerbangan, baik itu di Indonesia maupun Asia Tenggara,” ujar Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: DPR Minta Kejagung dan KPK Buru Koruptor Rp78 Triliun Surya Darmadi di Singapura

Dia menyampaikan bahwa AP II saat ini tengah mendorong pemulihan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak di bandara-bandara yang dikelola perseroan termasuk Bandara Soekarno-Hatta.

“Pemulihan penerbangan di bandara-bandara AP II berjalan dengan baik. Recovery rate di Bandara Soekarno-Hatta bahkan saat ini telah mencapai sekitar 82%, dengan kata lain lalu lintas penerbangan sudah sekitar 82% dari 2019 saat belum ada pandemi,” ungkapnya.

Baca juga: Kabar Gembira, Maskapai Penerbangan Bisa Nikmati Tarif Rp0 Jasa PJP4U hingga Akhir Tahun

Sementara itu, CEO Changi Airport Group Lee Seow Hiang menuturkan, Bandara Changi dan Bandara Soekarno-Hatta merupakan rekanan yang jika bersinergi maka akan memiliki sistem yang besar.

Apabila Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Changi dapat bersinergi terkait operasional penerbangan salah satunya melalui ACDM, maka kedua bandara dapat melakukan perencanaan dengan baik semisal dalam menghadapi keterlambatan penerbangan (delay). “Jika kita bersama-sama, maka kita punya sistem yang besar,” ujar Lee Seow Hiang.



Saat ini rata-rata penerbangan di rute Jakarta - Singapura adalah 37 penerbangan (take off dan landing) dalam satu hari, di mana juga selama ini rute Jakarta - Singapura - Jakarta menjadi salah satu rute internasional tersibuk di dunia.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1554 seconds (11.252#12.26)