Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,2%, Airlangga Beberkan Sejumlah Strategi

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 20:54 WIB
loading...
Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,2%, Airlangga Beberkan Sejumlah Strategi
Menko Airlangga Hartarto optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% di tahun ini. Foto/KemenkoPerekonomian
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimismenya dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% sepanjang tahun 2022.

Baca juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,4%, Airlangga Minta BI Tahan Suku Bunga Acuan

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat menjadi 5,4% pada kuartal II 2022 dibandingkan pada kuartal II 2021 yang tumbuh sebesar 5,01%. Jika dibandingkan dengan kuartal I 2022, ekonomi Indonesia tumbuh 3,73%.

Adapun, laju pertumbuhan ekonomi tersebut tak lepas dari peran koordinasi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Kami optimistis bahwa target 5,2% di tahun 2022 bisa tercapai, dengan persyaratan bahwa pengendalian pandemi masih terus dilaksanakan,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Lebih lanjut, Airlangga memaparkan tiga syarat utama untuk mencapai target tersebut. Pertama, pengendalian pandemi secara disiplin, dukungan perbaikan sistem ketahanan kesehatan.

Kedua, respons kebijakan ekonomi yang tepat, termasuk kebijakan fiskal dan moneter, untuk memastikan proses pemulihan yang lebih kuat. Ketiga, reformasi struktural yang mendorong efisiensi dan peningkatan produktivitas dalam rangka penciptaan lapangan kerja secara signifikan.

“Tentu masih ada tantangan ke depan, seperti Covid-19, masalah geopolitik, perubahan iklim dan krisis energi global,” kata dia.

Baca juga: Orang Jawa Baru Tertarik Masuk Islam setelah Diperkenalkan selama 750 Tahun

Selain itu, Airlangga menyebut bahwa, kenaikan inflasi global akibat kenaikan permintaan konsumen dan harga energi yang sangat mahal, normalisasi suku bunga negara-negara maju dan disrupsi rantai pasok turut menjadi tantangan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini.

(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1492 seconds (11.210#12.26)