Mentan SYL: Ekonomi Rakyat Kuat karena Pertanian Bukan Pertambangan
Senin, 08 Agustus 2022 - 13:57 WIB
loading...
A
A
A
"Covid 19 belum selesai, ada climate change, cuaca alam sangat tidak menentu, itu membuat kondisi semua jadi tidak linier, tidak seperti apa adanya," lanjut Mentan.
Menurutnya lembaga survey telah meramalkan bahwa akan terjadi kelaparan besar akibat adanya 3 krisis bersar yang tengah melanda, seperti kesehatan, iklim dan perang.
"Ada 62 negara yang menuju kondisi krisis pangan, belum selesai dengan climate change, kita dihadapkan perang Rusia - Ukraina, dimana gandum 180 juta ton tidak bisa keluar," kata Mentan.
"Sekarang kira harus lebih kuat dengan alam yang kita miliki karena kemampuan yang kita miliki, saya yakin negara lain lebih sulit dibandingkan kita," pungkasnya.
Menurutnya lembaga survey telah meramalkan bahwa akan terjadi kelaparan besar akibat adanya 3 krisis bersar yang tengah melanda, seperti kesehatan, iklim dan perang.
"Ada 62 negara yang menuju kondisi krisis pangan, belum selesai dengan climate change, kita dihadapkan perang Rusia - Ukraina, dimana gandum 180 juta ton tidak bisa keluar," kata Mentan.
"Sekarang kira harus lebih kuat dengan alam yang kita miliki karena kemampuan yang kita miliki, saya yakin negara lain lebih sulit dibandingkan kita," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :