BUMN PHK Ratusan Karyawan, Erick Thohir Beberkan Proyek Perusahaan Negara yang Serap Ribuan Tenaga Kerja
Senin, 08 Agustus 2022 - 21:01 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Dok SINDOnews/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Pemutusan hubungan kerja atau PHK bisa terjadi di perusahaan manapun, baik swasta maupun perseroan negara. Tanpa mengabaikan fakta bahwa beberapa perusahaan pelat merah ada yang melakukan PHK, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut perseroan negara justru telah dan akan menyerap tenaga kerja baru.
Dia mengklaim sepanjang Covid-19, BUMN mampu menyerap ribuan tenaga kerja baru. Hal ini seiring adanya sejumlah proyek yang digarap perusahaan negara.
Program peningkatan kilang minyak atau refinery development master plan (RDMP) Balikpapan misalnya, diperkirakan menyerap 19.000 tenaga kerja.
Sementara, hilirisasi atau pemrosesan batu bara berkalori rendah menjadi Dimethyl Ether (DME) diprediksi menyerap 10.000 tenaga kerja baru.
"Sebagai sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia, sudah seyogyanya BUMN jadi motor penggerak ekonomi dan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat. Terlebih di masa sulit akibat pandemi dan ketidakpastian perekonomian dunia yang terjadi saat ini," ujarnya, Senin (8/8/2022).
Baca juga: Erick Thohir Sambut Investasi Korsel dan China Senilai USD15 Miliar ke IBC
Dia mengklaim sepanjang Covid-19, BUMN mampu menyerap ribuan tenaga kerja baru. Hal ini seiring adanya sejumlah proyek yang digarap perusahaan negara.
Program peningkatan kilang minyak atau refinery development master plan (RDMP) Balikpapan misalnya, diperkirakan menyerap 19.000 tenaga kerja.
Sementara, hilirisasi atau pemrosesan batu bara berkalori rendah menjadi Dimethyl Ether (DME) diprediksi menyerap 10.000 tenaga kerja baru.
"Sebagai sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia, sudah seyogyanya BUMN jadi motor penggerak ekonomi dan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat. Terlebih di masa sulit akibat pandemi dan ketidakpastian perekonomian dunia yang terjadi saat ini," ujarnya, Senin (8/8/2022).
Baca juga: Erick Thohir Sambut Investasi Korsel dan China Senilai USD15 Miliar ke IBC
Lihat Juga :