Terang Bohlam dari PLN Bikin Petani Buah Naga di Sinjai Raih Cuan Berlipat
Selasa, 09 Agustus 2022 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
"Musim panen raya itu mulai Oktober sampai April, saat panen setiap bulan bisa dapat 5 ton. Saya antar sendiri ke Makassar," urai pria kelahiran tahun 1970 ini.
Meski demikian, saat musim panen usai, kebun buah naga milik Lukman tidak pruduktif sehingga sumber penghasilan utamanya pun terhenti.
Beruntung, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) memiliki program bejrtajuk 'Cahaya untuk Sang Naga' yang merupakan bagian dari wujud komitmen untuk terus mendorong Electrifying Agriculture.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN memberikan bantuan senilai Rp70 juta dalam bentuk 500 bohlam kepada petani guna meningkatkan produktivitas buah naga di Desa Sukamaju, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai.
Salah satu petani buah naga yang tersentuh bantuan itu adalah Lukman yang berhasil menerangi sebagian dari kebun buah naga miliknya.
Biasanya, ia menerangi kebun buah naga miliknya sekitar 8 hingga 9 jam per hari selama 20 hari setiap bulan, yaitu pada periode Mei hingga Agustus setiap tahun saat musim panen usai. Selama periode tersebut, Lukman biasanya membayar biaya listrik senilai Rp12 juta.
Baca Juga: Lewat Electrifying Agriculture, PLN Dorong Peningkatan Sektor Pertanian Bone
Meski demikian, saat musim panen usai, kebun buah naga milik Lukman tidak pruduktif sehingga sumber penghasilan utamanya pun terhenti.
Beruntung, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) memiliki program bejrtajuk 'Cahaya untuk Sang Naga' yang merupakan bagian dari wujud komitmen untuk terus mendorong Electrifying Agriculture.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN memberikan bantuan senilai Rp70 juta dalam bentuk 500 bohlam kepada petani guna meningkatkan produktivitas buah naga di Desa Sukamaju, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai.
Salah satu petani buah naga yang tersentuh bantuan itu adalah Lukman yang berhasil menerangi sebagian dari kebun buah naga miliknya.
Biasanya, ia menerangi kebun buah naga miliknya sekitar 8 hingga 9 jam per hari selama 20 hari setiap bulan, yaitu pada periode Mei hingga Agustus setiap tahun saat musim panen usai. Selama periode tersebut, Lukman biasanya membayar biaya listrik senilai Rp12 juta.
Baca Juga: Lewat Electrifying Agriculture, PLN Dorong Peningkatan Sektor Pertanian Bone
Lihat Juga :