Inovasi Bapelkes Krakatau Steel dalam Pelayanan Kesehatan

Selasa, 09 Agustus 2022 - 14:29 WIB
loading...
Inovasi Bapelkes Krakatau...
Badan Pengelola Kesejahteraan (Bapelkes) Krakatau Steel membuat inovasi dalam sektor pelayanan kesehatan melalui aplikasi Bapelkes Krakatau Steel Digital Health & Medication. Foto/Dok
A A A
CILEGON - Badan Pengelola Kesejahteraan (Bapelkes) Krakatau Steel membuat inovasi dalam sektor pelayanan kesehatan melalui aplikasi Bapelkes Krakatau Steel Digital Health & Medication. Aplikasi ini memudahkan para pensiunan PT Krakatau Steel untuk berobat ke klinik.

Baca Juga: Tak Lagi Merugi, Kinerja Kinclong Krakatau Steel Diakui

Direktur Utama Bapelkes Krakatau Steel, Suriadi Arif mengatakan, melalui aplikasi ini maka pasien bisa daftar untuk memilih dokter untuk konsultasi serta memilih jam kunjungan yang diinginkan. Ia juga menjelaskan, setelah mendaftar, maka akan ada balasan berupa informasi nomor urut antrean serta jam berapa pasien akan mulai diperiksa.

“Ketika klinik ramai, kita mulai mengatur bagaimana caranya agar orang yang ingin ke klinik tidak harus antre terlalu lama. Karena itu, kita buat aplikasi ini sehingga calon pasien sudah tahu nomor urutnya dan harus datang ke klinik jam berapa. Kalau jadwalnya jam 10 maka sampaik klinik cukup jam 10 kurang 5,” ujar Suriadi Arif dalam Podcast Sofa Panas, Senin (8/8/2022) yang dipersembahkan oleh PT Krakatau Sarana Properti.

Lebih lanjut, aplikasi itu juga menampilkan edukasi kesehatan tentang penyakit jantung, hipertensi dan lain-lain. Selain itu, rekam medis pasien juga bisa dilihat di dalam aplikasi tersebut.

“Jadi, misalnya si A pernah sakit jantung dan obatnya A,B,C,D dan E maka riwayat medis dalam tiga tahun terakhir kita masukkan di aplikasi itu. Kalau si A pergi ke luar kota dan berobat ke dokter di sana lalu ditanya obat apa saja yang diminum, maka bisa langsung buka aplikasi ini,” jelas pria yang kerap disapa Arif tersebut.

Manfaat lain dari aplikasi ini adalah informasi tentang sisa plafon yang bisa digunakan. Kata Arif, hal ini yang tidak bisa disediakan oleh perusahaan asuransi pada umumnya.

Lebih lanjut Arif menambahkan, di masa pandemi Bapelkes Krakatau Health Service juga membuat aplikasi telemedisin yang memungkinan para pensiunan PT Krakatau Steel untuk berobat secara daring.

Melalui aplikasi telemedisin ini, jelas Arif, para pasien bisa daftar melalui telepon genggam dan setelah itu dokter yang menghubungi balik lewat sambungan video.

Katanya lagi, aplikasi ini terbukti cukup efektif di masa pandemi di mana proses pengobatan untuk pensiunan karyawan PT Krakatau Steel bisa tetap berjalan. Menurut dia, Bapelkes Krakatau Steel Health Service menganggap para pensiunan karyawan Krakatau Steel sebagai orangtua.

Karena itu, instansinya selalu berupaya sebaik mungkin untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk para pensiunan. Saat ini, Bapelkes KS baru mempunyai dua klinik yaitu di Cilegon dan Serang.

Baca Juga: Restrukturisasi, Utang Krakatau Steel Susut Rp3,3 Triliun

Rencananya, tahun depan akan dibuka klinik baru di Bandung, Tangerang dan Yogyakarta. Pembukaan klinik baru ini bertujuan untuk mendekatkan Bapelkes Krakatau Steel dengan para pensiunan yang menyebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Selain mendirikan klinik baru, Kami juga sudah bekerja sama dengan 130 Rumah Sakit sehingga para pensiunan tetap bisa berobat meski belum ada klinik Bapelkes KS di tempat mereka tinggal,” lanjut Suriadi Arif.

Untuk jangka panjang, Suriadi Arif berharap, Bapelkes KS tidak hanya melayani para pensiunan PT Krakatau Steel tapi juga masyarakat umum.

“Kami juga punya visi lain yaitu bentuk unit usaha yang pure bisnisnya jualan ke masyarakat umum sehingga mereka juga bisa merasakan apa yang sudah dirasakan karyawan sepuh Krakatau Steel. Prinsip kami, semua orangtua itu pernah berjasa di masanya siapa pun orangnya pasti ada ceritanya dan berjaya di masanya masing-masing,” pungkasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Rekomendasi
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved