Akibat Longsor, PUPR Akan Bangun Jembatan Gantung di Jalan Kota Palopo
Senin, 29 Juni 2020 - 23:43 WIB
loading...
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Basuki Hadimuljono meninjau bencana longsor pada ruas jalan Kota Palopo-Rantepao, KM 366+500 dan KM 368, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, yang merupakan jalur vital pergerakan orang dan logistik yang menghubungkan kota pelabuhan Palopo dan pusat produksi pertanian di kawasan Toraja.
Menteri Basuki mengatakan untuk penanganan darurat, PUPR akan buatkan jembatan gantung untuk orang dan kendaraan roda dua, agar masyarakat tidak terisolir. Sedangkan untuk penanganan permanen akan dilakukan pembangunan jembatan rangka baja.
"Melihat kontur topografi yang curam, kami menilai sulit untuk mengganti alinyemen jalan. Sehingga kita manfaatkan ruas jalan eksisting saja," kata Basuki dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (29/6/2020).
Sebelumnya, Kementerian PUPR telah memobilisasi alat berat berupa excavator dan dump truck untuk membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan di ruas Palopo-Rantepao, Propinsi Sulawesi Selatan. Longsor yang terjadi pada Jumat (26/6/2020) sore, dipicu oleh hujan intensitas tinggi dan struktur tanah labil. Baca: 144.163 Tenaga Kerja Terserap Padat Karya Tunai PUPR hingga Tengah Juni 2020
Longsor tersebut menyebabkan arus lalu lintas dari arah Kota Rantepao dan Kota Palopo terputus pada KM 366+500 karena tertimbun longsoran pada badan jalan sepanjang +50 meter dan menimbulkan retakan badan sepanjang +25 meter ke arah Kota Palopo. Ruas jalan yang berada di bagian bawah tepatnya di KM 368 juga tertimbun material longsoran sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.
Menteri Basuki mengatakan untuk penanganan darurat, PUPR akan buatkan jembatan gantung untuk orang dan kendaraan roda dua, agar masyarakat tidak terisolir. Sedangkan untuk penanganan permanen akan dilakukan pembangunan jembatan rangka baja.
"Melihat kontur topografi yang curam, kami menilai sulit untuk mengganti alinyemen jalan. Sehingga kita manfaatkan ruas jalan eksisting saja," kata Basuki dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (29/6/2020).
Sebelumnya, Kementerian PUPR telah memobilisasi alat berat berupa excavator dan dump truck untuk membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan di ruas Palopo-Rantepao, Propinsi Sulawesi Selatan. Longsor yang terjadi pada Jumat (26/6/2020) sore, dipicu oleh hujan intensitas tinggi dan struktur tanah labil. Baca: 144.163 Tenaga Kerja Terserap Padat Karya Tunai PUPR hingga Tengah Juni 2020
Longsor tersebut menyebabkan arus lalu lintas dari arah Kota Rantepao dan Kota Palopo terputus pada KM 366+500 karena tertimbun longsoran pada badan jalan sepanjang +50 meter dan menimbulkan retakan badan sepanjang +25 meter ke arah Kota Palopo. Ruas jalan yang berada di bagian bawah tepatnya di KM 368 juga tertimbun material longsoran sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.
Lihat Juga :