Mengenal Gurun Al Baha di Arab Saudi, Misi Menghijaukan Tanah Gersang
Kamis, 11 Agustus 2022 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Menghimpun dari berbagai sumber, Al Baha disebut sebagai lokasi terpencil yang harus didatangi wisatawan. Bahkan, wisatawan yang bertandang dipastikan akan terkejut dengan keindahannya. Adapun luas daratan Al Baha adalah 15 ribu km persegi dengan pegunungan-pegunungan yang tingginya mencapai 200 meter.
Selain gurun, pengunjung juga wajib berkemah di hutan-hutannya yang lebat. Salah satu tempat berkemah yang sangat terkenal adalah hutan Ragadhan, yang diklaim sebagai tempat wisata ramah keluarga. Lokasi ini hanya berada beberapa kilometer dari pusat kota Al Baha.
Wilayah Al-Baha Arab Saudi telah meluncurkan 28 proyek lingkungan dan air dengan biaya lebih dari USD152,50 juta. Di antaranya adalah 7 proyek untuk membangun bendungan dan menggali sumur sebagai upaya mengamankan air minum dengan total biaya lebih dari SR60 juta. Hal ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Abdulrahman Al-Fadley.
Baca Juga: Meksiko Buka 200 Bioskop di Arab Saudi pada 2023, Dukung Visi 2030
Perusahaan Air Nasional juga telah melaksanakan 15 proyek untuk memberikan layanan air kepada penerima manfaat di wilayah tersebut, dengan biaya SR272 juta, di samping enam proyek untuk mengembangkan dan memperluas jaringan limbah, dengan nilai SR238 juta.
Proyek-proyek ini bertujuan untuk memenuhi meningkatnya permintaan air minum, limbah, dan layanan air lainnya, kata Al-Fadley. Kementerian Lingkungan Hidup juga saat ini sedang mengerjakan pelaksanaan 21 proyek air dan sanitasi, dengan biaya lebih dari SR798 juta.
Selain gurun, pengunjung juga wajib berkemah di hutan-hutannya yang lebat. Salah satu tempat berkemah yang sangat terkenal adalah hutan Ragadhan, yang diklaim sebagai tempat wisata ramah keluarga. Lokasi ini hanya berada beberapa kilometer dari pusat kota Al Baha.
Wilayah Al-Baha Arab Saudi telah meluncurkan 28 proyek lingkungan dan air dengan biaya lebih dari USD152,50 juta. Di antaranya adalah 7 proyek untuk membangun bendungan dan menggali sumur sebagai upaya mengamankan air minum dengan total biaya lebih dari SR60 juta. Hal ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Abdulrahman Al-Fadley.
Baca Juga: Meksiko Buka 200 Bioskop di Arab Saudi pada 2023, Dukung Visi 2030
Perusahaan Air Nasional juga telah melaksanakan 15 proyek untuk memberikan layanan air kepada penerima manfaat di wilayah tersebut, dengan biaya SR272 juta, di samping enam proyek untuk mengembangkan dan memperluas jaringan limbah, dengan nilai SR238 juta.
Proyek-proyek ini bertujuan untuk memenuhi meningkatnya permintaan air minum, limbah, dan layanan air lainnya, kata Al-Fadley. Kementerian Lingkungan Hidup juga saat ini sedang mengerjakan pelaksanaan 21 proyek air dan sanitasi, dengan biaya lebih dari SR798 juta.
Lihat Juga :