Digital Startup Lifepack Kantongi Pendanaan USD7 Juta dari Golden Gate Ventures
Kamis, 11 Agustus 2022 - 20:38 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan, Natali Ardianto adalah nama yang juga sudah tidak asing di kalangan pengusaha rintisan di Indonesia, setelah sukses mendirikan empat perusahaan dan dua telah diakuisisi. Posisi Natali sebagai salah satu pemeran utama yang membangun strategi teknologi dan mengubah model pertumbuhan bisnis tidak lagi diragukan.
John Kwari mengatakan industri farmasi Indonesia saat ini sangat terfragmentasi jaringan distributor yang kompleks dan apotek kesulitan melengkapi ketersediaan dan kelengkapan obatnya. Tidak jarang pasien harus mengunjungi banyak apotek yang berbeda untuk menebus resepnya.
Situasi ini makin sulit untuk pasien dengan penyakit kronis. “Di sinilah Lifepack akan mentransformasi layanan kesehatan dengan menghadirkan kelengkapan obat bagi pasien di seluruh Indonesia dengan harga kompetitif, kapan pun, di manapun.” papar John Kwari.
CEO Natali Ardianto juga menjelaskan saat ini Indonesia sudah berada di awal revolusi layanan kesehatan berbasis teknologi. Kurang dari dua tahun, masyarakat sudah merubah kebiasaannya hingga 180 derajat, di mana semua hal terkait kesehatan dapat diakses melalui ponsel.
“Lifepack akan memimpin revolusi apotek tersebut dan menciptakan layanan omnichannel – sebagai satu destinasi kesehatan untuk pasien dan tenaga medis profesional agar mendapatkan layanan kesehatan yang prima,” kata Natali.
Salah satu aspek menarik dari Lifepack adalah kerja sama dengan tenaga medis profesional, di mana Lifepck memberikan wadah agar dokter dapat memberikan layanan jangka panjang pada pasien melalui satu portal, guna membantu dokter untuk menyesuaikan resep dengan kondisi terkini pasien.
Pasien dapat melakukan konsultasi dan mendapatkan resep dengan mudah tanpa harus mengantre panjang di klinik. Sesuai dengan pengguna Lifepack yang kebanyakan memiliki penyakit kronis, tim customer service dan apoteker berkualitas dikerahkan untuk menjamin para pasien mendapat pelayanan terbaik.
John Kwari mengatakan industri farmasi Indonesia saat ini sangat terfragmentasi jaringan distributor yang kompleks dan apotek kesulitan melengkapi ketersediaan dan kelengkapan obatnya. Tidak jarang pasien harus mengunjungi banyak apotek yang berbeda untuk menebus resepnya.
Situasi ini makin sulit untuk pasien dengan penyakit kronis. “Di sinilah Lifepack akan mentransformasi layanan kesehatan dengan menghadirkan kelengkapan obat bagi pasien di seluruh Indonesia dengan harga kompetitif, kapan pun, di manapun.” papar John Kwari.
CEO Natali Ardianto juga menjelaskan saat ini Indonesia sudah berada di awal revolusi layanan kesehatan berbasis teknologi. Kurang dari dua tahun, masyarakat sudah merubah kebiasaannya hingga 180 derajat, di mana semua hal terkait kesehatan dapat diakses melalui ponsel.
“Lifepack akan memimpin revolusi apotek tersebut dan menciptakan layanan omnichannel – sebagai satu destinasi kesehatan untuk pasien dan tenaga medis profesional agar mendapatkan layanan kesehatan yang prima,” kata Natali.
Salah satu aspek menarik dari Lifepack adalah kerja sama dengan tenaga medis profesional, di mana Lifepck memberikan wadah agar dokter dapat memberikan layanan jangka panjang pada pasien melalui satu portal, guna membantu dokter untuk menyesuaikan resep dengan kondisi terkini pasien.
Pasien dapat melakukan konsultasi dan mendapatkan resep dengan mudah tanpa harus mengantre panjang di klinik. Sesuai dengan pengguna Lifepack yang kebanyakan memiliki penyakit kronis, tim customer service dan apoteker berkualitas dikerahkan untuk menjamin para pasien mendapat pelayanan terbaik.
(dar)
Lihat Juga :