Investor Pasar Modal Tumbuh 370%, Ketua OJK Melihat Peluang Plus Tantangan

Jum'at, 12 Agustus 2022 - 18:58 WIB
loading...
Investor Pasar Modal...
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar melihat peluang besar peran investor domestik baik institusi maupun retail untuk semakin mendukung ketahanan pasar keuangan Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar melihat peluang besar peran investor domestik baik institusi maupun retail untuk semakin mendukung ketahanan pasar keuangan Indonesia.

Baca Juga: Sri Mulyani: Investor Bukan Cuma yang Punya Duit Miliaran, Rp500 Ribu Juga Penting

Pada saat pandemi COVID-19 dianggap sebagai sesuatu yang paling mencekam dan mengancam stabilitas perekonomian, tentu kondisi kesehatan masyarakat dan keseluruhan stabilitas bangsa dan negara, namun justru membawa momentum positif bagi kebangkitan investor retail di pasar modal .

"Investor pasar modal pada bulan Juni 2022 ini telah tumbuh 3,7 kali lipat atau 370% menjadi 9,3 juta investor dibandingkan pada tahun 2019 pra pandemi yang hanya sebesar 2,5 juta investor. Dan yang menarik sekali, dari tambahan investor itu, 81% adalah investor generasi millenial dan gen Z," ujar Mahendra dalam webinar LIKE IT: Sustain Habit in Investing, Invest in Sustainable Instruments di Jakarta, Jumat(12/8/2022).

Peningkatan jumlah investor domestik ini merupakan hasil dari upaya seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan berbagai program sosialisasi, edukasi, dan literasi keuangan kepada masyarakat.

Tapi, tak bisa disangkal juga karena kondisi pada saat pandemi mendorong lebih banyak waktu diberikan untuk masyarakat menggunakan teknologi komunikasi digital, sehingga memberikan momentum tambahan terhadap peluang untuk meningkatkan literasi produk keuangan dan investasi.

"Namun demikian, kita juga harus memperhatikan perkembangan itu dengan langkah dan kebijakan yang tepat. Sebab, laporan International Organization of Securities Commissions (IOSCO) terkait pertumbuhan investor retail selama pandemi dibarengi dengan tren misconduct yang kemudian investor retail meningkat baik dalam pasar domestik maupun internasional/cross-border. Hal ini harus ditindaklanjuti dengan peningkatan perlindungan investor khususnya investor retail," jelas Mahendra.

Baca Juga: Dana Perlindungan Investor Pasar Modal Semakin Tebal

Meningkatnya jumlah investor di pasar modal, sebut dia, memang benar menggembirakan. Namun, perlu dicermati tantangan yang dihadapi seperti upaya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan investasi pada instrumen keuangan agar memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai.

Sehingga tidak hanya menimbulkan apa yang dikenal dengan herd behavior, noise trading, maupun investing in bubbles hanya untuk mengejar hasil atau yield tinggi tanpa memperhitungkan risiko aspek legalitas produk, bahkan logika yang mendasar.

"Pemberitaan mengenai maraknya korban kegiatan ilegal dan transaksi yang sebenarnya bukan merupakan kegiatan investasi yang normal karena dilakukan dengan berbagai modus atau menggunakan berbagai produk. Bahkan uang pinjaman untuk berinvestasi merupakan sinyal yang sangat jelas bagi regulator untuk semakin meningkatkan pemahaman masyarakat berinvestasi secara aman," tegas Mahendra.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Ratusan Mahasiswa Surabaya...
Ratusan Mahasiswa Surabaya Ikuti Edukasi Asuransi yang Digelar BRI Insurance
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved