Harga Avtur Diramal Turun, Garuda Masih Tahan Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Jum'at, 12 Agustus 2022 - 23:53 WIB
loading...
Harga Avtur Diramal Turun, Garuda Masih Tahan Kenaikan Harga Tiket Pesawat
Manajemen Garuda Indonesia tak mau terburu-buru menaikkan harga tiket pesawat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Manajemen maskapai penerbangan milik negara PT Garuda Indonesia (Persero) tak mau terburu-buru menaikkan harga tiket pesawat. Padahal, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memberikan restu bagi operator penerbangan untuk menaikan tarifnya.

Otoritas memang mengizinkan maskapai dalam negeri mengenakan fuel surcharge atau biaya tambahan. Di mana, biaya tambahan paling tinggi 15% dari batas atas untuk pesawat jet. Sementara pesawat udara jenis baling-baling (propeller) paling tinggi 25%.

"Sebelum peraturan ini kan sudah dapat izin naik 10% yang berlaku tiga bulan untuk di review lagi, sekarang Kemenhub menaikan lagi menjadi 15% berarti naik 5% dari (peraturan) sebelumnya," ujarnya saat RUPS Garuda Indonesia 2022 di Hotel Ritz Carlton, di Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Baca juga: Eks Kuasa Hukum Lion Air Resmi Jabat Direktur Garuda Indonesia

Dia menyebut Garuda Indonesia secara intens memonitor pergerakan harga avtur sebelum memutuskan menaikan tarif pesawat. Irfan menilai keputusan menaikan tarif harus dilakukan secara cermat dengan tidak mengabaikan kepentingan penumpang.

"Kita tidak ragu-ragu. Kita paling yakin kalau butuh naik, kita naikkan. Sekarang kita lagi reviu karena kelihatannya harga avtur turun, kan tidak adil harga avtur turun, Garuda menaikan (tarif)," tuturnya.

"Tentu kita berterima kasih sekali kepada Menhub (Menteri Perhubungan), tapi kita juga berpihak ke penumpang. Kau enggak ku naikin (tarifnya) aja enggak naik Garuda, apalagi ku naikin," tukas Irfan.

Baca juga: Erick Thohir Beri Kabar Terbaru Soal Kondisi Maskapai Garuda Indonesia

Garuda Indonesia, lanjut Irfan, menyikapi kebijakan tersebut secara cermat dengan mempertimbangkan fluktuasi harga bahan bakar avtur terhadap kebutuhan penyesuaian harga tiket.

"Tentunya dengan tetap mengedepankan pemenuhan kebutuhan masyarakat atas aksesibilitas layanan penerbangan," tuturnya.

Kementerian Perhubungan sebelumnya mencatat tingginya harga avtur menjadi sebab adanya penerapan fuel surcharge bagi maskapai penerbangan.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati mengaku harga bahan bakar atau avtur naik hingga 70% dibandingkan harga tahun lalu. Sementara, fuel surcharge sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga avtur.

"Jadi begini, yang namanya fuel surcharge itu sangat tergantung dari fluktuasi harga avtur atau bahan bakar. Dan avtur naik sudah sangat tinggi bahkan kalau dibandingkan tahun lalu sudah naik hampir 70%," beber Adita saat ditemui wartawan di Pelabuhan Kijing, Mempawah.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1370 seconds (11.210#12.26)