BPH Migas dan Komisi VII DPR Dorong Pemanfaatan Gas Bumi di Aceh
Selasa, 30 Juni 2020 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
BPH Migas sesuai dengan tugas fungsinya dalam mendukung penurunan harga gas untuk industri sesuai Perpres No 40 tahun 2016 telah menurunkan inisial tarif pengangkutan gas bumi ruas Arun-Belawan dari USD2,53 MSCF menjadi USD1,546 MSCF.
"Nah, salah satu usulan kami untuk meningkatkan utilisasi pipa Arun Belawan agar dibangun jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga di sepanjang pipa Arun Belawan yang melewati 8 Kabupaten," jelasnya.
Potensi sambungan rumah yang bisa dibangun, kata dia, sekitar 1,5 juta sambungan rumah tangga dengan kebutuhan gas sebesar 22,2 MSCFD. "Sehingga nanti tidak perlu pakai LPG 3 kg lagi dan BPH Migas selalu menetapkan harga jual jargas di bawah harga gas LPG 3 kg," tambahnya.
Dengan adanya pemanfaatan gas di Aceh, Ifan berharap agar DPR ikut berperan dalam menjadikan Aceh sebagai kawasan industri berbasis gas. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi di Aceh bisa menjadi lebih baik.
"Kemudian kami meminta Pak Idris supaya membangun kawasan industri berbasis gas. Apakah itu nanti di Lhokseumawe atau Lhoksukon untuk nantinya menggerakkan ekonomi. Industri masuk ke sini, kemudian punya nilai tambah sehingga pertumbuhan ekonomi di Aceh bisa lebih baik," ungkapnya.
"Nah, salah satu usulan kami untuk meningkatkan utilisasi pipa Arun Belawan agar dibangun jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga di sepanjang pipa Arun Belawan yang melewati 8 Kabupaten," jelasnya.
Potensi sambungan rumah yang bisa dibangun, kata dia, sekitar 1,5 juta sambungan rumah tangga dengan kebutuhan gas sebesar 22,2 MSCFD. "Sehingga nanti tidak perlu pakai LPG 3 kg lagi dan BPH Migas selalu menetapkan harga jual jargas di bawah harga gas LPG 3 kg," tambahnya.
Dengan adanya pemanfaatan gas di Aceh, Ifan berharap agar DPR ikut berperan dalam menjadikan Aceh sebagai kawasan industri berbasis gas. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi di Aceh bisa menjadi lebih baik.
"Kemudian kami meminta Pak Idris supaya membangun kawasan industri berbasis gas. Apakah itu nanti di Lhokseumawe atau Lhoksukon untuk nantinya menggerakkan ekonomi. Industri masuk ke sini, kemudian punya nilai tambah sehingga pertumbuhan ekonomi di Aceh bisa lebih baik," ungkapnya.
Lihat Juga :