Starbucks Ikuti Jejak Unilever dan Coca Cola Setop Pasang Iklan di Media Sosial

Selasa, 30 Juni 2020 - 11:29 WIB
loading...
A A A
Aksi boikot ini sebagai dampak dari penolakan Facebook untuk menghapus unggahan Presiden Donald Trump. Pada postingannya Presiden AS itu mengancam akan menerapkan tindakan keras kepada para pengunjuk rasa.

Menanggapi kritik tersebut, Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa pihaknya akan melabeli semua posting-an terkait Pemilu AS dengan tautan yang mendorong pengguna untuk melihat pusat informasi pemilu. Facebook juga akan memperluas definisi tentang ujaran kebencian yang dilarang, serta menambahkan klausul bahwa tidak akan ada iklan yang ditampilkan dalam posting-an yang diberi label berbahaya oleh Facebook.

"Tidak ada pengecualian untuk politisi dalam kebijakan apa pun yang saya umumkan di sini hari ini," kata Zuckerberg.

Starbucks mengatakan langkah menghentikan sementara iklan pada beberapa platform sosial, bukan berarti bergabung bersama dalam kampanye #StopHateForProfit. Lebih dari 150 perusahaan telah setop iklan untuk mendukung #StopHateforProfit.

Coca-Cola juga mengatakan kepada CNBC suspensi iklan tidak berarti bergabung dengan kampanye, meskipun terdaftar sebagai "pebisnis yang berpartisipasi ". Kampanye telah mendesak Zuckerberg untuk mengambil langkah lebih lanjut, termasuk membangun hak sipil permanen 'infrastruktur' di dalam Facebook.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dilema Larangan Usia...
Dilema Larangan Usia Medsos: Menyeimbangkan Perlindungan Anak dan Masa Depan Investasi Digital
Cegah Penipuan Digital,...
Cegah Penipuan Digital, Danamon Imbau Nasabah Bijak Gunakan Media Sosial
Cegah Penipuan Online,...
Cegah Penipuan Online, Investor Perlu Hati-hati Serap Informasi di Media Sosial
Media Punya Peran Penting...
Media Punya Peran Penting Menjaga Kredibilitas Informasi
1,3 Juta Konten Judi...
1,3 Juta Konten Judi Online Diblokir, Paling Banyak dari Situs dan Iklan di Medsos
Kehabisan Duit, Sekolah...
Kehabisan Duit, Sekolah Gratis yang Didirikan Miliarder Ini Bakal Tutup
Mengapa Banyak Orang...
Mengapa Banyak Orang Pilih Menghilang dari Media Sosial? Ini Alasannya
Menkomdigi: PP TUNAS...
Menkomdigi: PP TUNAS untuk Bantu Orang Tua, Bukan Menggantikan Peran
MNC University Edukasi...
MNC University Edukasi Siswa Baru SMPN 72 Jakarta tentang Bijak Bermedia Sosial
Rekomendasi
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved