BI Catat Uang Beredar Bulan Mei 2020 Capai Rp6.468,2 Triliun

Selasa, 30 Juni 2020 - 12:56 WIB
loading...
BI Catat Uang Beredar...
Bank Indonesia mencatat uan beredar bulan Mei 2020 mencapai Rp6.468,2 triliun. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada bulan Mei 2020 mencapai Rp6.468,2 triliun, atau meningkat 10,43% (year on year). Angka ini lebih tinggi dari bulan April 2020 yang meningkat 8,6% (yoy) sebesar Rp6.238,3 triliun.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onnny Widjarnako mengatakan akselerasi pertumbuhan M2 disebabkan oleh peningkatan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham.

Adapun pertumbuhan M1 meningkat dari 8,4% (yoy) pada April 2020 menjadi 9,7% (yoy) pada Mei 2020, disebabkan oleh peningkatan giro rupiah. Selain itu, pertumbuhan uang kuasi tercatat sebesar 10,5% (yoy) pada Mei 2020, meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,5% (yoy). Baca: BI Catat Uang Beredar Capai Rp6.238 Triliun pada April 2020

"Surat berharga selain saham juga tumbuh 37,5% (yoy) pada Mei 2020, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya 20,6% (yoy)," katanya di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada Mei 2020 disebabkan oleh peningkatan aktiva luar negeri bersih serta ekspansi operasi keuangan pemerintah. Aktiva luar negeri bersih pada Mei 2020 meningkat 18,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada April 2020 sebesar 15,8% (yoy).

Selain itu, ekspansi keuangan pemerintah tercatat sejalan dengan peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, dari 1,7% (yoy) pada April 2020 menjadi 11,0% (yoy) pada Mei 2020. Penyaluran kredit pada Mei 2020 tumbuh 2,4% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,1% (yoy).
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Rekomendasi
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 20: Kedekatan Elio dan Arumi Semakin Menjadi Sorotan
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Infografis
Petinju dengan Kekayaan...
Petinju dengan Kekayaan Terbesar, Ada yang Capai Rp7 Triliun!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved