Setahun Kelola Blok Rokan, PHR Incar Produksi 170.000 BOPD di Akhir 2022
Kamis, 18 Agustus 2022 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, saat ini sebagian besar blok migas yang menjadi andalan atau penopang produksi migas nasional merupakan mature field seperti Blok Rokan (1951), Blok ONWJ (1966), Blok Mahakam (1967), dan Blok OSES yang berproduksi sejak 1968. Tantangan dalam mempertahankan atau apalagi meningkatkan produksi migas pada mature field seperti Blok Rokan tidak hanya sekadar menyangkut masalah teknis operasional, tetapi juga masalah keekonomian proyek.
Baca Juga: 3 Tokoh Dunia yang Meramal Israel akan Lenyap dalam Waktu Dekat
Terkait dengan itu, kata dia, Indonesia dapat berkaca pada negara lainnya seperti Kanada, Brasil, dan Australia yang demi mempertahankan kemampuan produksi pada mature field, memberikan insentif fiskal kepada operator. Kanada misalnya, memberikan pengurangan pajak pedapatan dan penangguhan kerugian pajak untuk mature field. Sementara, Brasil memberikan insentif pengurangan royalti dan penggantian kerugian biaya eksplorasi dan Australia memberikan insentif pembatasan royalti dan insentif bea cukai migas.
Hasil dari berbagai jenis insentif fiskal yang diberikan, sambung dia, berdampak positif terhadap produksi migas di negara-negara tersebut. Selama periode 2010-2019, produksi minyak dan gas Kanada dilaporkan meningkat masing-masing sebesar 63,47% dan 15,72%. Produksi di Brasil pada periode yang sama meningkat masing-masing 35,36% dan 71,89% sementara di Australia pada periode yang sama dilaporkan meningkat sekitar 184%.
"Berkaca dari kebijakan di negara-negara tersebut, pengelolaan mature filed seperti Blok Rokan memerlukan insentif baik fiskal maupun nonfiskal. Insentif secara khusus untuk pelaksanaan kegiatan EOR (enhanced oil recovery) juga perlu dipertimbangkan untuk diberikan oleh pemerintah daerah," tuturnya.
Baca Juga: 3 Tokoh Dunia yang Meramal Israel akan Lenyap dalam Waktu Dekat
Terkait dengan itu, kata dia, Indonesia dapat berkaca pada negara lainnya seperti Kanada, Brasil, dan Australia yang demi mempertahankan kemampuan produksi pada mature field, memberikan insentif fiskal kepada operator. Kanada misalnya, memberikan pengurangan pajak pedapatan dan penangguhan kerugian pajak untuk mature field. Sementara, Brasil memberikan insentif pengurangan royalti dan penggantian kerugian biaya eksplorasi dan Australia memberikan insentif pembatasan royalti dan insentif bea cukai migas.
Hasil dari berbagai jenis insentif fiskal yang diberikan, sambung dia, berdampak positif terhadap produksi migas di negara-negara tersebut. Selama periode 2010-2019, produksi minyak dan gas Kanada dilaporkan meningkat masing-masing sebesar 63,47% dan 15,72%. Produksi di Brasil pada periode yang sama meningkat masing-masing 35,36% dan 71,89% sementara di Australia pada periode yang sama dilaporkan meningkat sekitar 184%.
"Berkaca dari kebijakan di negara-negara tersebut, pengelolaan mature filed seperti Blok Rokan memerlukan insentif baik fiskal maupun nonfiskal. Insentif secara khusus untuk pelaksanaan kegiatan EOR (enhanced oil recovery) juga perlu dipertimbangkan untuk diberikan oleh pemerintah daerah," tuturnya.
(fai)
Lihat Juga :