Setahun Kelola Blok Rokan, PHR Incar Produksi 170.000 BOPD di Akhir 2022
Kamis, 18 Agustus 2022 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi PAN Eddy Soeparno dalam webinar tersebut mengakui bahwa Pertamina tetap akan menjadi tumpuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan energi. Sejak Blok Rokan diambil alih, kontribusi Pertamina terhadap produksi minyak nasional sudah mencapai 60%. Semua itu, kata dia, dicapai melalui tantangan yang tidak kecil, mengingat sebagian besar lapangan migas di Indonesia sudah tidak lagi berada pada fase meningkatkan produksi tetapi pada fase mempertahankan tingkat produksi dan menahan laju penurunan produksi alamiah yang terus meningkat setiap tahunnya.
"Ini saya kira tantangan tersendiri ke depan bagaimana Pertamina bisa ikut mendukung peningkatna produksi migas nasional. Karena, meski hari ini kita bicara tentang EBT (energi baru terbarukan) karena proses transformasi energi tidak terelakkan, dalam waktu cukup lama kita masih akan tetap mengandalkan energi fosil," tegasnya.
Hal senada dikatakan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya W Yudha bahwa meski Indonesia tengah menuju ke penggunaan EBT secara maksimal, namun energi fosil tidak serta merta langsung ditinggalkan. Kebutuhan akan minyak menurutnya masih sangat besar dan Blok Rokan akan tetap menjadi salah satu tumpuan produksi.
Dalam hal ini, kata dia, setidaknya PHR dalam mengelola Blok Rokan bisa mengupayakan penurunan emisi dalam proses poduksinya. "Apa yang dilakukan oleh Rokan di kemudian hari tentunya ada partisipasi dari teknologi yang dipakai mengurangi emisi karbon ada beberapa tahapan dari hulu migas mulai dari eksplorasi sampai proses sampai pengangkutan semua punya faktor-faktor yang bisa dikecilkan dan emisinya," ujarnya.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menjelaskan, saat ini sekitar 70% wilayah kerja (WK) migas produksi di Indonesia telah mengalami penurunan produksi alamiah. Kondisi tersebut juga tercermin dari target lifting migas di APBN yang seringkali tidak tercapai. Data ReforMiner Insititute memperlihatkan bahwa 52% WK migas produksi migas di Indonesia merupakan lapangan tua (mature field).
“Dari 76 WK migas produksi, 40 di antaranya merupakan mature field yaitu 36 WK berumur 25-50 tahun dan 4 WK berumur lebih dari 50 tahun. Secara umum biaya produksi dan pemeliharaan mature field akan terus meningkat sejalan dengan penurunan kemampuan produksinya,” tuturnya.
"Ini saya kira tantangan tersendiri ke depan bagaimana Pertamina bisa ikut mendukung peningkatna produksi migas nasional. Karena, meski hari ini kita bicara tentang EBT (energi baru terbarukan) karena proses transformasi energi tidak terelakkan, dalam waktu cukup lama kita masih akan tetap mengandalkan energi fosil," tegasnya.
Hal senada dikatakan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya W Yudha bahwa meski Indonesia tengah menuju ke penggunaan EBT secara maksimal, namun energi fosil tidak serta merta langsung ditinggalkan. Kebutuhan akan minyak menurutnya masih sangat besar dan Blok Rokan akan tetap menjadi salah satu tumpuan produksi.
Dalam hal ini, kata dia, setidaknya PHR dalam mengelola Blok Rokan bisa mengupayakan penurunan emisi dalam proses poduksinya. "Apa yang dilakukan oleh Rokan di kemudian hari tentunya ada partisipasi dari teknologi yang dipakai mengurangi emisi karbon ada beberapa tahapan dari hulu migas mulai dari eksplorasi sampai proses sampai pengangkutan semua punya faktor-faktor yang bisa dikecilkan dan emisinya," ujarnya.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menjelaskan, saat ini sekitar 70% wilayah kerja (WK) migas produksi di Indonesia telah mengalami penurunan produksi alamiah. Kondisi tersebut juga tercermin dari target lifting migas di APBN yang seringkali tidak tercapai. Data ReforMiner Insititute memperlihatkan bahwa 52% WK migas produksi migas di Indonesia merupakan lapangan tua (mature field).
“Dari 76 WK migas produksi, 40 di antaranya merupakan mature field yaitu 36 WK berumur 25-50 tahun dan 4 WK berumur lebih dari 50 tahun. Secara umum biaya produksi dan pemeliharaan mature field akan terus meningkat sejalan dengan penurunan kemampuan produksinya,” tuturnya.
Lihat Juga :