Tiket Pesawat Masih Mahal, Kemenhub Dorong Pemda Kucurkan Subsidi

Kamis, 18 Agustus 2022 - 19:34 WIB
loading...
Tiket Pesawat Masih...
Harga tiket pesawat masih tinggi. Foto/Dok Antara
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) guna mencari solusi atas harga tiket pesawat yang saat ini masih tinggi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, Kemenhub berupaya mengatur secara detail agar tarif di sektor transportasi udara tidak terlampau tinggi.

“Saya sudah sampaikan ke Dirjen, kami akan bicara detail dengan pemangku sektor transportasi lainnya. Satu hal penting adalah keikutsertaan Pemda berbagi dengan sistem sharing atau subsidi kepada masyarakat,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Bisa Naik Imbas Fuel Surcharge, Kemenhub Ungkap Alasannya

Menurut dia, pemberian subsidi dari Pemda dibutuhkan. Pasalnya, masih ada inefisiensi yang menyebabkan sejumlah angkutan transportasi mengalami tingkat okupansi yang rendah atau tidak sampai 50%.

“Artinya dengan tingkat keterisian yang rendah itu, membuat keharusan mereka menetralisir harga. Kalau itu ada subsidi, mereka membantu memasarkan hingga okupansi naik, harga akan bisa dipertahankan. Harga itu kan berbanding lurus dengan tingkat keterisian yang ada,” beber Menhub.

Dia menambahkan, tingkat keterisian transportasi seperti pesawat udara harus bisa diatur dengan baik meski faktor utama operasional pesawat, yakni harga avtur sedang tinggi.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Mahal Sampai ke Telinga Jokowi, Begini Perintahnya

“Karena itu pengaturan yang baik demi menjaga keseimbangan harga atau tarif pesawat harus dikoordinasikan dengan daerah agar inflasi tidak tinggi. Per kluster, misalnya di Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan, Aceh dan daerah lain kita ajak bicara supaya okupansinya juga bisa lebih baik,” tuturnya.

Di sisi lain, pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, saat ini maskapai penerbangan masih mengalami kerugian. Hal tersebut yang membuat operator sulit menurunkan harga tiket pesawat.



Dia mengatakan, maskapai penerbangan masih mampu bertahan dalam melakukan kegiatan penerbangan dikarenakan adanya subsidi silang dari rute penerbangan yang tingkat okupansinya banyak.

"Saat ini maskapai penerbangan masih bertahan walau sering rugi. Kadang bisa subsidi silang dari rute yang penumpangnya banyak," katanya kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (18/8/2022).

Bahkan, dirinya memprediksi jika kondisi seperti saat ini masih terus berlangsung, kegiatan penerbangan akan mengalami pemberhentian operasional. "Tapi jika berlanjut ya akan setop operasi. Seperti tahun 2020 - 2021 saat puncak pandemi," tukasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Pemerintah Naikkan Fuel...
Pemerintah Naikkan Fuel Surcharge Maskapai, Tiket Pesawat Jakarta-Bali Tembus Rp2,4 Juta
Alvin Lie Sebut Pesawat...
Alvin Lie Sebut Pesawat Tua Bukan Berarti Tidak Aman, Ini Penjelasannya
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Rekomendasi
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Berita Terkini
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved