Sukuk Ritel SR017 Sudah Bisa Dibeli, Solusi Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 13:40 WIB
loading...
Sukuk Ritel SR017 menjadi pilihan yang tepat dalam berinvestasi karena imbal hasilnya yang tetap, dibayarkan secara rutin setiap bulan, lebih tinggi dari bunga deposito bank BUMN serta 100% dijamin oleh negara. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Sejak awal tahun 2022, penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI021), Sukuk Ritel (SR016), dan Savings Bond Ritel (SBR011) mendapatkan sambutan yang sangat antusias dari masyarakat Indonesia. Teranyar, pemerintah merilis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri SR017 dengan masa penawaran yang berlangsung dari tanggal 19 Agustus sampai 14 September 2022.
Baca Juga: Sri Mulyani: Maaf Bapak-bapak Saya Tidak Sebut, Tapi Milenial dan Ibu-ibu yang Hebat
PR & Corporate Communication Lead Bibit.id, William menyampaikan, bahwa SBN Syariah ritel seri SR017 ditawarkan dengan imbal hasil (kupon) fixed rate atau tetap 5,90% per tahun, dengan tenor tiga tahun, dan dapat diperjualkan di pasar sekunder (tradable).
SR017 menjadi salah satu alternatif investasi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dibayangi inflasi yang tinggi serta ancaman resesi, karena imbal hasilnya yang stabil (fixed rate).
Selain imbal hasil SR017 yang lebih tinggi daripada suku bunga acuan BI, yang saat ini adalah 3,5%, pajak yang dikenakan untuk imbal hasil SR017 hanya 10%. Ini lebih rendah dari pajak deposito, yakni sebesar 20%. Di sisi lain, karena bersifat tradable, SR017 memungkinkan para investor untuk menjualnya di pasar sebelum jatuh tempo.
Baca Juga: Sri Mulyani: Maaf Bapak-bapak Saya Tidak Sebut, Tapi Milenial dan Ibu-ibu yang Hebat
PR & Corporate Communication Lead Bibit.id, William menyampaikan, bahwa SBN Syariah ritel seri SR017 ditawarkan dengan imbal hasil (kupon) fixed rate atau tetap 5,90% per tahun, dengan tenor tiga tahun, dan dapat diperjualkan di pasar sekunder (tradable).
SR017 menjadi salah satu alternatif investasi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dibayangi inflasi yang tinggi serta ancaman resesi, karena imbal hasilnya yang stabil (fixed rate).
Selain imbal hasil SR017 yang lebih tinggi daripada suku bunga acuan BI, yang saat ini adalah 3,5%, pajak yang dikenakan untuk imbal hasil SR017 hanya 10%. Ini lebih rendah dari pajak deposito, yakni sebesar 20%. Di sisi lain, karena bersifat tradable, SR017 memungkinkan para investor untuk menjualnya di pasar sebelum jatuh tempo.
Lihat Juga :