Cerita Ibu-ibu Raih Omzet Ratusan Juta Jadi Dropshipper
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 15:05 WIB
loading...
Seorang bidan honorer yang memiliki omset ratusan juta hasil dari dropshipper. FOTO/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Proses jual beli terus berkembang di era digital. Jika pada perdagangan konvensional hanya terdapat penjual dan pembeli, di era modern ini terdapat bentuk bisnis baru yang dinamakan dropshipping. Keuntungan dropshipper berasal dari selisih uang yang diterima dari pembeli dengan jumlah uang yang dibayarkan kepada pemasok. Menjadi dropshipper ternyata bisa menghasilkan ratusan juta rupiah.
Seperti pengusaha rumahan Sari Puspa Dini dari Ngawi, Jawa Timur. Dini yang juga bekerja sebagai bidan honorer ini memiliki omzet ratusan juta hasil menjadi dropshipper di Baleomol. "Dulu saya hanya seorang bidan honorer yang memiliki penghasilan Rp 300.000 sebulan, tidak cukup untuk keutuhan kelurga saya," kata dia, baru-baru ini.
Baca Juga: Lewat Digitalisasi UMKM, Kattoen Produk Lokal Malang yang Tembus Nasional
Sebagai perempuan, lanjut Dini, harus lebih giat dan aktif membantu perekonomian keluarga. Kehadiran dan kisah sukses tersebut diharapkan menjadikan semangat para perempuan untuk terus menghasilkan profit besar dengan berjualan online di Baleomol. Tidak hanya Dini, ada pula Nidya Alfa dropshipper dari Surabaya yang berjualan Sayur Online melanjutkan usaha ibunya yang hanya berjualan sayur di pasar. "Omzet saya sekarang ratusan juta sejak bergabung di Baleomol. Semoga semakin banyak perempuan yang berbisnis online dan menghasilkan," tambahnya.
Hal itu disampaikan saat ikut kopdar di Surakarta. Baleomol menyelenggarakan kopdar rutin yang dihadiri 200 lebih member yang tersebar dari seluruh Indonesia. Kopdar ini diadakan secara terbatas dan rencananya akan diadakan di berbagai kota besar di Indonesia.
Seperti pengusaha rumahan Sari Puspa Dini dari Ngawi, Jawa Timur. Dini yang juga bekerja sebagai bidan honorer ini memiliki omzet ratusan juta hasil menjadi dropshipper di Baleomol. "Dulu saya hanya seorang bidan honorer yang memiliki penghasilan Rp 300.000 sebulan, tidak cukup untuk keutuhan kelurga saya," kata dia, baru-baru ini.
Baca Juga: Lewat Digitalisasi UMKM, Kattoen Produk Lokal Malang yang Tembus Nasional
Sebagai perempuan, lanjut Dini, harus lebih giat dan aktif membantu perekonomian keluarga. Kehadiran dan kisah sukses tersebut diharapkan menjadikan semangat para perempuan untuk terus menghasilkan profit besar dengan berjualan online di Baleomol. Tidak hanya Dini, ada pula Nidya Alfa dropshipper dari Surabaya yang berjualan Sayur Online melanjutkan usaha ibunya yang hanya berjualan sayur di pasar. "Omzet saya sekarang ratusan juta sejak bergabung di Baleomol. Semoga semakin banyak perempuan yang berbisnis online dan menghasilkan," tambahnya.
Hal itu disampaikan saat ikut kopdar di Surakarta. Baleomol menyelenggarakan kopdar rutin yang dihadiri 200 lebih member yang tersebar dari seluruh Indonesia. Kopdar ini diadakan secara terbatas dan rencananya akan diadakan di berbagai kota besar di Indonesia.
Lihat Juga :