Wow! Pendanaan Pertamina untuk Perajin Batik Capai Rp11,5 Miliar
Minggu, 21 Agustus 2022 - 11:55 WIB
loading...
PT Pertamina (Pesero) telah menyalurkan pendanaan murah bagi mitra binaannya di bidang usaha batik senilai Rp11,5 miliar. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pelaku usaha batik yang sebagian besar merupakan pengusaha kecil merupakan salah satu ujung tombak pelestarian warisan budaya nasional. Sekitar 300 orang perajin batik di seluruh Indonesia telah menjadi mitra binaan PT Pertamina (Persero) dan mendapatkan pinjaman murah dengan total nilai mencapai Rp11,503 miliar.
Salah satu penerima pendanaan Pertamina adalah Yuli Astuti, pemilik Muria Batik Kudus, yang membangun bisnis batiknya sejak 2006 untuk melestarikan batik Kudus. Menurutnya, batik Kudus yang mengalami kejayaan pada era 1930-an hingga 1970-an mulai punah. Untuk menjaga warisan budaya itu, diamelakukan penelitian dan membuat batik Kudus dengan menerapkan kearifan lokal.
"Saya memilih menggunakan nama Muria Batik karena sering meneliti sejarahdi Gunung Muria yang kemudian saya aplikasikan ke motif batik," ujarnya, dalam siaran pers yang diterima, Minggu (21/8/2022).
Baca Juga: Gerakkan Ekonomi Rakyat, Sandiaga Dorong Batik Banyuwangi Berdaya Saing
Sejauh ini, Yuli telah mendaftarkan sekitar 30 motif batik di Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) seperti motif Parijotho, Kudusan, Kapal Kandas, dan batik-batik lainnya yang khas dengan daerah Kudus. Untuk mengembangkan bisnis batik yang berlokasi di Karangmalang itu, dia telah dua kali mendapatkan pinjaman murah dari Pertamina yakni senilai Rp10 juta pada 2017 dan Rp150 juta pada 2019. Omzetnya pun meningkat 30% hingga mencapai Rp100 juta per bulan.
"Untuk pendanaan dari Pertamina pertama kali dikenalkan oleh teman yang telah lebih dulu menjadi mitra binaan. Perkembangan setelah mendapatkan pendanaan sangat terbantu sekali selain dengan bunga ringan dan pembinaan selama ini serta kesempatan pameran dan pemasaran yang diberikan Pertamina sangat membantu perkembangan usaha Muria Batik. Walaupun kemarin ada pandemi masih mampu bertahan," tuturnya.
Salah satu penerima pendanaan Pertamina adalah Yuli Astuti, pemilik Muria Batik Kudus, yang membangun bisnis batiknya sejak 2006 untuk melestarikan batik Kudus. Menurutnya, batik Kudus yang mengalami kejayaan pada era 1930-an hingga 1970-an mulai punah. Untuk menjaga warisan budaya itu, diamelakukan penelitian dan membuat batik Kudus dengan menerapkan kearifan lokal.
"Saya memilih menggunakan nama Muria Batik karena sering meneliti sejarahdi Gunung Muria yang kemudian saya aplikasikan ke motif batik," ujarnya, dalam siaran pers yang diterima, Minggu (21/8/2022).
Baca Juga: Gerakkan Ekonomi Rakyat, Sandiaga Dorong Batik Banyuwangi Berdaya Saing
Sejauh ini, Yuli telah mendaftarkan sekitar 30 motif batik di Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) seperti motif Parijotho, Kudusan, Kapal Kandas, dan batik-batik lainnya yang khas dengan daerah Kudus. Untuk mengembangkan bisnis batik yang berlokasi di Karangmalang itu, dia telah dua kali mendapatkan pinjaman murah dari Pertamina yakni senilai Rp10 juta pada 2017 dan Rp150 juta pada 2019. Omzetnya pun meningkat 30% hingga mencapai Rp100 juta per bulan.
"Untuk pendanaan dari Pertamina pertama kali dikenalkan oleh teman yang telah lebih dulu menjadi mitra binaan. Perkembangan setelah mendapatkan pendanaan sangat terbantu sekali selain dengan bunga ringan dan pembinaan selama ini serta kesempatan pameran dan pemasaran yang diberikan Pertamina sangat membantu perkembangan usaha Muria Batik. Walaupun kemarin ada pandemi masih mampu bertahan," tuturnya.
Lihat Juga :