Kemenkop UKM Targetkan 2,5 Juta UMKM Kantongi NIB hingga 2024
Selasa, 23 Agustus 2022 - 14:42 WIB
loading...
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. FOTO/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menargetkan 2,5 juta UMKM memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga 2024 mendatang. Kepemilikan NIB tersebut sebagai modal penting mengakses pembiayaan perbankan.
"Untuk merealisasi target tersebut, KemenKopUKM memiliki program Transformasi Formal Usaha Mikro (Transfumi) guna mempercepat penerbitan NIB melalui pendampingan yang dilakukan oleh relawan Garda Transfumi," kata Teten dalam acara Pemberian NIB untuk Pelaku UMK Perseorangan di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (23/8/2022).
Baca Juga: Menteri Teten Ingin Pedagang Mi dan Bakso Bisa Berjualan Secara Klak Klik
Teten mengatakan bahwa program Transfumi melibatkan relawan pendamping Garda Transfumi yang berasal dari para asosiasi yang berkompeten mendampingi pelaku UMKM di Indonesia untuk mengakses NIB melalui aplikasi OSS-RBA. Berdasarkan laporan, terdapat 600 relawan pendamping Garda Transfumi yang aktif melakukan pendampingan, sebanyak 50 di antaranya dari Yogyakarta.
Lebih lanjut, Teten menambahkan saat ini pemerintah sedang mengembangkan kerja sama dengan aplikasi digital untuk menerapkan scoring bagi UMKM. Tujuannya, agar pelaku UMKM yang unbankable dapat memiliki kepastian dalam mendapatkan pembiayaan melalui scoring credit. Selain itu, Teten juga menegaskan bahwa UMKM harus menjadi bagian dari industrialisasi nasional.
"Untuk merealisasi target tersebut, KemenKopUKM memiliki program Transformasi Formal Usaha Mikro (Transfumi) guna mempercepat penerbitan NIB melalui pendampingan yang dilakukan oleh relawan Garda Transfumi," kata Teten dalam acara Pemberian NIB untuk Pelaku UMK Perseorangan di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (23/8/2022).
Baca Juga: Menteri Teten Ingin Pedagang Mi dan Bakso Bisa Berjualan Secara Klak Klik
Teten mengatakan bahwa program Transfumi melibatkan relawan pendamping Garda Transfumi yang berasal dari para asosiasi yang berkompeten mendampingi pelaku UMKM di Indonesia untuk mengakses NIB melalui aplikasi OSS-RBA. Berdasarkan laporan, terdapat 600 relawan pendamping Garda Transfumi yang aktif melakukan pendampingan, sebanyak 50 di antaranya dari Yogyakarta.
Lebih lanjut, Teten menambahkan saat ini pemerintah sedang mengembangkan kerja sama dengan aplikasi digital untuk menerapkan scoring bagi UMKM. Tujuannya, agar pelaku UMKM yang unbankable dapat memiliki kepastian dalam mendapatkan pembiayaan melalui scoring credit. Selain itu, Teten juga menegaskan bahwa UMKM harus menjadi bagian dari industrialisasi nasional.
Lihat Juga :