Temui Konfederasi, Menko Airlangga Dukung Pengembangan Kompetensi & Kesejahteraan Pekerja
Rabu, 24 Agustus 2022 - 23:48 WIB
loading...
A
A
A
Guna merespons berbagai kendala dan aspirasi tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa hingga saat ini Pemerintah telah memberikan berbagai dukungan bagi pekerja, salah satunya melalui program KUR yang dapat diakses oleh pekerja paruh waktu yang memiliki usaha sampingan dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta atau sebesar Rp100 juta untuk kredit tanpa agunan.
Program KUR tersebut hanya dibebankan bunga sebesar 3% di tahun 2022 dan dapat diakses secara berkelompok dengan bidang usaha yang jelas. “Kita mempunyai program Kredit Usaha Rakyat yang bisa didorong ke para pekerja paruh waktu yang memiliki usaha dimana tahun ini KUR memiliki target sebesar Rp373,17 triliun dan akan meningkat pada tahun depan,” ungkap Menko Airlangga.
Selain itu, Pemerintah juga telah menyediakan berbagai pelatihan seperti program vokasi yang telah sesuai dengan kebutuhan industri sehingga calon pekerja yang dihasilkan akan lebih mudah untuk memasuki dunia industri. Ke depannya, Pemerintah juga akan mengembangkan berbagai pelatihan offline yang bekerja sama dengan beberapa lembaga pelatihan agar mampu meningkatkan kompetensi pekerja.
Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa Pemerintah juga telah mendorong industri untuk terlibat aktif dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi melalui pemanfaatan fasilitas insentif Super Tax deduction (STD).
Baca Juga: BPS: Serapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian Tertinggi di 2022
Program KUR tersebut hanya dibebankan bunga sebesar 3% di tahun 2022 dan dapat diakses secara berkelompok dengan bidang usaha yang jelas. “Kita mempunyai program Kredit Usaha Rakyat yang bisa didorong ke para pekerja paruh waktu yang memiliki usaha dimana tahun ini KUR memiliki target sebesar Rp373,17 triliun dan akan meningkat pada tahun depan,” ungkap Menko Airlangga.
Selain itu, Pemerintah juga telah menyediakan berbagai pelatihan seperti program vokasi yang telah sesuai dengan kebutuhan industri sehingga calon pekerja yang dihasilkan akan lebih mudah untuk memasuki dunia industri. Ke depannya, Pemerintah juga akan mengembangkan berbagai pelatihan offline yang bekerja sama dengan beberapa lembaga pelatihan agar mampu meningkatkan kompetensi pekerja.
Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa Pemerintah juga telah mendorong industri untuk terlibat aktif dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi melalui pemanfaatan fasilitas insentif Super Tax deduction (STD).
Baca Juga: BPS: Serapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian Tertinggi di 2022
Lihat Juga :