Akses Kredit Mudah, GoPayLater Cicil di Tokopedia Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan
Rabu, 24 Agustus 2022 - 16:53 WIB
loading...
A
A
A
Jika dikomparasikan dengan kartu kredit, GoPayLater Cicil memiliki sejumlah keunggulan yang salah satunya tidak menetapkan biaya ke merchant sehingga konsumen bisa lebih leluasa melakukan pembelian di seller. ”Jadi potensi pertumbuhannya akan jauh di atas pertumbuhan kartu kredit,” kata Piter.
Ditambah lagi dengan potensi meningkatnya transaksi sebagai dampak dari kehadiran BNPL ini. Berdasarkan CB Insight, pemain BNPL di tingkat global seperti Afterpay dan PayPal dapat meningkatkan rata-rata nilai pesanan (average order value) sebanyak 20%.
Sementara itu berkaitan dengan seberapa besar dampaknya terhadap peningkatan financial inclusion, kata Piter, bergantung kepada seberapa besar dampak terhadap UMKM. ”Fintech yang banyak melibatkan UMKM umumnya memiliki kontribusi yang cukup signifikan dalam meningkatkan financial inclusion,” ujarnya.
Sejauh ini, berdasarkan temuan dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LDUI) GoPay merupakan pionir yang mengajak UMKM go digital melalui mekanisme pembayaran non tunai (cashless).
Di tengah pandemi saja, GoPay merangkul lebih dari 120 ribu UMKM baru go-online sejak Maret 2020 dan ada lebih dari 500 ribu UMKM tergabung dalam ekosistem Gojek pada jelang akhir tahun 2020. Setiap tahun jumlah tersebut terus meningkat.
Belum lagi ditambah dengan Tokopedia dimana saat ini, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) tercatat sebanyak 19,5 juta pelaku UMKM atau sebesar 30,4% dari total UMKM telah hadir pada platform e-Commerce.
Ditambah lagi dengan potensi meningkatnya transaksi sebagai dampak dari kehadiran BNPL ini. Berdasarkan CB Insight, pemain BNPL di tingkat global seperti Afterpay dan PayPal dapat meningkatkan rata-rata nilai pesanan (average order value) sebanyak 20%.
Sementara itu berkaitan dengan seberapa besar dampaknya terhadap peningkatan financial inclusion, kata Piter, bergantung kepada seberapa besar dampak terhadap UMKM. ”Fintech yang banyak melibatkan UMKM umumnya memiliki kontribusi yang cukup signifikan dalam meningkatkan financial inclusion,” ujarnya.
Sejauh ini, berdasarkan temuan dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LDUI) GoPay merupakan pionir yang mengajak UMKM go digital melalui mekanisme pembayaran non tunai (cashless).
Di tengah pandemi saja, GoPay merangkul lebih dari 120 ribu UMKM baru go-online sejak Maret 2020 dan ada lebih dari 500 ribu UMKM tergabung dalam ekosistem Gojek pada jelang akhir tahun 2020. Setiap tahun jumlah tersebut terus meningkat.
Belum lagi ditambah dengan Tokopedia dimana saat ini, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) tercatat sebanyak 19,5 juta pelaku UMKM atau sebesar 30,4% dari total UMKM telah hadir pada platform e-Commerce.
Lihat Juga :