Profil Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana IMF Pernah Membatik di Sarinah
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 15:27 WIB
loading...
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva (kiri) membatik di Gedung Sarinah pada 18 Juli 2022. FOTO/Antara/Dhemas Reviyanto
A
A
A
JAKARTA - Profil Kristalina Georgieva , Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang pernah membatik di Sarinah. Kristalina menjabat sebagai direktur pelaksana sejak 1 Oktober 2019 lalu.
Sebelum bergabung di IMF, Kristalina merupakn petinggi di Bank Dunia. Georgieva memulai karier di Bank Dunia sejak 1993 di bagian pelayanan publik. Kariernya terus melejit hingga sempat menjadi Ketua Panel Tingkat Tinggi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang pemberdayaan manusia.
Baca Juga: Mahasiswa Transgender Lulusan Harvard Tewas di Indonesia
Bahkan 100 karya tulisannya telah dipublikasikan tentang ekonomi mikro, makro dan berkelanjutan. Terbaru, Georgieva mempelopori program pendanaan Ukraina senilai USD5,5 miliar. Mengutip imf.org, Georgieva meraih gelar PhD di bidang ilmu ekonomi di unibersitas di Bulgaria.
Sebagaimana diketahui, IMF sekarang telah menjadi sumber dukungan keuangan negara - negara anggota terdampak pandemi dengan meningkatkan pinjaman 50% menjadi USD270 miliar. Fokus utamanya sekarang ialah mengurai permasalahan kesejangan gender.
Sebelum bergabung di IMF, Kristalina merupakn petinggi di Bank Dunia. Georgieva memulai karier di Bank Dunia sejak 1993 di bagian pelayanan publik. Kariernya terus melejit hingga sempat menjadi Ketua Panel Tingkat Tinggi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang pemberdayaan manusia.
Baca Juga: Mahasiswa Transgender Lulusan Harvard Tewas di Indonesia
Bahkan 100 karya tulisannya telah dipublikasikan tentang ekonomi mikro, makro dan berkelanjutan. Terbaru, Georgieva mempelopori program pendanaan Ukraina senilai USD5,5 miliar. Mengutip imf.org, Georgieva meraih gelar PhD di bidang ilmu ekonomi di unibersitas di Bulgaria.
Sebagaimana diketahui, IMF sekarang telah menjadi sumber dukungan keuangan negara - negara anggota terdampak pandemi dengan meningkatkan pinjaman 50% menjadi USD270 miliar. Fokus utamanya sekarang ialah mengurai permasalahan kesejangan gender.
Lihat Juga :