Dukung Pemulihan IKM dan UMKM, Djakarta Festival 2022 Digelar
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, KADIN DKI Jakarta dalam RAPIMPROV III/2022 kali ini, terinspirasi dari penyelenggaraan Event Pekan Raya Jakarta (PRJ) pertama pada 5 Juni-20 Juli 1968. Sedikit menilik ke belakang, Saat itu penyebutannya masih menggunakan nama Djakarta Fair dan dicetuskan oleh Ketua KADIN saat itu yakni Syamsudin Mangan.
Berbekal ide tersebut, Djakarta Fair lambat laun berkembang sebagai pameran terbesar dan berganti nama menjadi Pekan Raya Jakarta. Penyelenggaraan Djakarta Festival kali ini sekaligus menjadi momen untuk mengkukuhkan legacy KADIN sebagai inisiator dari Djakarta Fair.
Lebih lanjut lagi Diana Dewi menjelaskan Djakarta Festival akan diikuti oleh 300 peserta IKM dan UMKM di bidang usaha kuliner, fashion, craft dan technopreneur dengan produk. Beberapa produk yang
dipasarkan pada Djakarta Festival kali ini antara lain tas bahan rajutan, kreasi dari batik tenun. Para IKM dan UMKM ini mendapat booth (tenda, meja, kursi, listrik) pada event Djakarta Festival secara gratis.
Namun sebelumnya 300 IKM dan UMKM ini telah melalui proses kurasi dari pihak penyelenggara meliputi izin usaha, model kemasan, jumlah kapasitas produksi perhari, serta portfolio yang dimiliki. Djakarta Festival secara khusus menggandeng IKM milik disabilitas dari komunitas dan dinas sosial.
“Konsep besar Djakarta Festival dalam kegiatan ini adalah nobody left behind. Artinya, semua lapisan diajak berkolaborasi terlibat. KADIN DKI Jakarta ingin melakukan tindakan nyata supaya UMKM milik disabilitas bisa sejajar dengan UMKM lainnya. Keterlibatan disabilitas sebagai bagian dari masyarakat ini berdampingan dengan pilar lainnya yakni pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat umum,” tuturnya.
KADIN DKI Jakarta mempunyai komitmen penuh terhadap pendampingan UMKM untuk terus naik kelas hingga bisa Go Digital, Go Global menembus pasar Ekspor. Diana Dewi berharap penyelenggaraan Djakarta Festival dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat kepada peserta UMKM. dan membuat masyarakat bangga untuk menggunakan produk anak bangsa.
Berbekal ide tersebut, Djakarta Fair lambat laun berkembang sebagai pameran terbesar dan berganti nama menjadi Pekan Raya Jakarta. Penyelenggaraan Djakarta Festival kali ini sekaligus menjadi momen untuk mengkukuhkan legacy KADIN sebagai inisiator dari Djakarta Fair.
Lebih lanjut lagi Diana Dewi menjelaskan Djakarta Festival akan diikuti oleh 300 peserta IKM dan UMKM di bidang usaha kuliner, fashion, craft dan technopreneur dengan produk. Beberapa produk yang
dipasarkan pada Djakarta Festival kali ini antara lain tas bahan rajutan, kreasi dari batik tenun. Para IKM dan UMKM ini mendapat booth (tenda, meja, kursi, listrik) pada event Djakarta Festival secara gratis.
Namun sebelumnya 300 IKM dan UMKM ini telah melalui proses kurasi dari pihak penyelenggara meliputi izin usaha, model kemasan, jumlah kapasitas produksi perhari, serta portfolio yang dimiliki. Djakarta Festival secara khusus menggandeng IKM milik disabilitas dari komunitas dan dinas sosial.
“Konsep besar Djakarta Festival dalam kegiatan ini adalah nobody left behind. Artinya, semua lapisan diajak berkolaborasi terlibat. KADIN DKI Jakarta ingin melakukan tindakan nyata supaya UMKM milik disabilitas bisa sejajar dengan UMKM lainnya. Keterlibatan disabilitas sebagai bagian dari masyarakat ini berdampingan dengan pilar lainnya yakni pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat umum,” tuturnya.
KADIN DKI Jakarta mempunyai komitmen penuh terhadap pendampingan UMKM untuk terus naik kelas hingga bisa Go Digital, Go Global menembus pasar Ekspor. Diana Dewi berharap penyelenggaraan Djakarta Festival dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat kepada peserta UMKM. dan membuat masyarakat bangga untuk menggunakan produk anak bangsa.
Lihat Juga :