Yuk Manfaatkan Peluang, Anak Milenial Juga Bisa Bisnis Properti
Rabu, 01 Juli 2020 - 12:10 WIB
loading...
A
A
A
Sebenarnya anak muda atau kaum milenial bisa meluangkan waktunya selama 1 – 2 jam dalam satu hari secara kontinu dan konsisten dilakukan setiap harinya. Sebagai bahan pertimbangan perhitungan waktu selama sehari semalam atau 24 jam dibagi tiga sesi, maka satu sesinya berjumlah 8 jam. Anggap saja 8 jam untuk tidur, 8 jam untuk kerja atau kuliah, maka ada 8jam waktu luang yang bisa dipergunakan. Artinya pengalokasian waktu 1 – 2 jam itu sangatlah minim.
Tips berikutnya, memahami product knowledge tentang properti. Pengetahuan tentang bisnis properti beserta seluk beluknya dapat diperoleh melalui berbagai cara. Misalnya, melalui media online yang sudah sangat banyak memuat baik tentang teknik bangunan, teknik memasarkan, dan pengetahuan lainnya sebagai bahan-bahan informasi untuk menunjang melakukan kegiatan penjualan bisnis properti.
Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan oleh kaum milenial adalah mencari developer atau pengembang yang memberikan ruang untuk berafiliasi menjadi tenaga penjual secara freelance atau tidak terikat.
Dalam hubungan dengan sistem freelance, kaum milenial bisa melaksanakan aktifitasnya secara bebas. Artinya, bebas menentukan waktu dan bebas menentukan tempat kerjanya. Bisa dari rumah atau di mana saja, disesuaikan dengan kondisi. (Lihat videonya: Lima Rumah Warga Terseret Longsor di Palopo)
Dalam hubungan kerja seperti ini, kaum milenial bisa bernegoisasi dengan pengembang dalam hal kewajiban apa saja yang harus dilakukan, wewenang apa saja yang bisa dimiliki dan hak apa saja yang bisa diperoleh dari hasil kerjanya. Karena masih banyak tips dan langkah yang harus dilakukan, penulis akan melanjutkan tulisan ini di paparan pekan depan.
Tips berikutnya, memahami product knowledge tentang properti. Pengetahuan tentang bisnis properti beserta seluk beluknya dapat diperoleh melalui berbagai cara. Misalnya, melalui media online yang sudah sangat banyak memuat baik tentang teknik bangunan, teknik memasarkan, dan pengetahuan lainnya sebagai bahan-bahan informasi untuk menunjang melakukan kegiatan penjualan bisnis properti.
Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan oleh kaum milenial adalah mencari developer atau pengembang yang memberikan ruang untuk berafiliasi menjadi tenaga penjual secara freelance atau tidak terikat.
Dalam hubungan dengan sistem freelance, kaum milenial bisa melaksanakan aktifitasnya secara bebas. Artinya, bebas menentukan waktu dan bebas menentukan tempat kerjanya. Bisa dari rumah atau di mana saja, disesuaikan dengan kondisi. (Lihat videonya: Lima Rumah Warga Terseret Longsor di Palopo)
Dalam hubungan kerja seperti ini, kaum milenial bisa bernegoisasi dengan pengembang dalam hal kewajiban apa saja yang harus dilakukan, wewenang apa saja yang bisa dimiliki dan hak apa saja yang bisa diperoleh dari hasil kerjanya. Karena masih banyak tips dan langkah yang harus dilakukan, penulis akan melanjutkan tulisan ini di paparan pekan depan.
(ysw)
Lihat Juga :