Sosok Ibnu Sutowo, Mantan Direktur Pertamina yang Diberhentikan Soeharto

Senin, 29 Agustus 2022 - 17:42 WIB
loading...
Sosok Ibnu Sutowo, Mantan...
Ibnu Sutowo, mantan Direktur Pertamina yang memiliki sejarah panjang dalam pembentukan Pertamina. Foto DOK National Press Club of Indonesia - perpustakaan.kpk.go.id
A A A
JAKARTA - Ibnu Sutowo, mantan Direktur Pertamina yang memiliki sejarah panjang dalam pembentukan Pertamina . Namun kariernya terhenti oleh Presiden Soeharto setelah tersandung kasus.

Peristiwa itu berawal dari tahun 1957. Kala itu, KSAD A.H. Nasution menunjuknya sebagai pengelola PT Tambang Minyak Sumatera Utara (PT Permina) yang menjadi awal mula munculnya Pertamina.

Baca juga : Profil Ibnu Sutowo: Jenderal TNI, Tokoh Pertamina, Kakek Mertua Dian Sastro

Dalam riwayatnya, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ibnu Sutowo merupakan mantan tokoh militer Indonesia. Dikutip dari laman Perpusnas, pria kelahiran 23 September 1914 ini menamatkan pendidikan kedokteran di Surabaya pada 1940.

Setelahnya, Ibnu Sutowo menjadi dokter di Palembang dan Martapura. Pasca Kemerdekaan Indonesia pada 1945, dia sempat bertugas sebagai Kepala Jawatan Kesehatan Tentara Sumatera Selatan, tepatnya pada 1946-1947.

Selain itu, Sutowo juga pernah menjadi Panglima TT-II Sriwijaya pada 1955. Setelah itu, dia juga menempati beberapa jabatan strategis seperti Asisten IV Kepala Staf Angkatan Darat (1956-1958), Dirut PT Permina (1957-1968), Kepala Jawatan Minyak Gas & Bumi (1960-1963), Menteri Urusan Minyak Gas dan Bumi Kabinet Dwikora II dan Dwikora III (1966), hingga menjadi Dirut Pertamina pertama (1968).

Baca juga : Deretan Nama yang Disebut-sebut Calon Direksi BEI, Salah Satunya Direktur Pertamina

Sekitar tahun 1957, Ibnu Sutowo ditugaskan untuk mengelola PT Tambang Minyak Sumatera Utara (PT Permina). Pada perkembangannya, perusahaan tersebut bergabung dengan perusahaan minyak lain dan berganti nama menjadi PT. Pertamina.

Setelah resmi terbentuk, Ibnu Sutowo menjadi Direktur Utama Pertamina yang pertama dengan masa jabatan 1968-1976.

Awalnya, kepemimpinan Ibnu Sutowo di Pertamina membawanya menuju kesuksesan. Namun, sekitar tahun 1970 muncul dugaan adanya kasus korupsi. Presiden Soeharto kala itu langsung membentuk tim bernama Komisi Empat.

Adapun tujuannya untuk menyelidiki dugaan kasus korupsi yang terjadi di Pertamina. Beberapa waktu berselang, muncul temuan terjadinya penyimpangan. Hanya saja waktu itu tidak ada tindakan hukum apapun.

Pada tahun 1975, Pertamina dilanda krisis. Hal ini membuat Dirut Ibnu Sutowo resmi diberhentikan. Dia meninggalkan Pertamina dalam pusaran utang mencapai USD 10,5 Miliar pada 1976.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Rekomendasi
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved