Mangga Food Estate Diyakini Mampu Bersaing di Pasar Timteng dan Eropa

Rabu, 31 Agustus 2022 - 17:50 WIB
loading...
Mangga Food Estate Diyakini...
Skala usahatani diyakini bakal terimbas positif dengan adanya program food estate berbasis mangga yang diinisiasi Kementan. Hasil panen dari program tersebut diyakini mampu bersaing di pasar Eropa dan Timur Tengah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Skala usahatani diyakini bakal terimbas positif dengan adanya program food estate berbasis mangga yang diinisiasi Kementerian Pertanian (Kementan). Hasil panen dari program tersebut diyakini mampu bersaing di pasar Eropa dan Timur Tengah.

Baca Juga: Food Estate Perlu Teknologi yang Tepat

Sekretaris Perusahaan PT Galasari Gunung Sejahtera, Rizky mengungkapkan pasar mangga di pasar dunia cukup menjanjikan. Mangga lokal, kata dia, banyak digemari oleh orang-orang di Eropa dan Timur Tengah dari segi rasa.

“Kebutuhan ekspor cukup tinggi untuk pasar di Eropa. Karena selama ini mangga yang diekspor ke sana banyak dari Pakistan dan Brazil. Rasa mangga kita di sana lebih disukai, termasuk di Middle East (Timur Tengah),” kata Rizky, Rabu (31/8/2022).

Ia meyakini, mangga hasil panen food estate di Gresik, Jawa Timur, akan mampu bersaing di pasar internasional dengan menjaga kualitas buah. Terlebih lagi program ini diawasi langsung oleh pemerintah.

“Program kerja dibuat sedemikian rupa dengan infrastruktur yang didukung oleh pemerintah, dari hulu ke hilir. Sudah pasti sustain. Tidak ada kata tidak sustain karena sangat menguntungkan,” katanya.

Guru Besar Agribisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Masyhuri menjelaskan, menembus pasar ekspor mangga tidaklah mudah. Namun, bila mangga dikelola dengan baik, terutama dari segi kualitas hingga memenuhi syarat ekspor, ekspor memungkinkan untuk dilakukan.

“Permintaannya ada. Pasar Eropa, Timur Tengah bisa. Dilihat dari pasarnya mana yang bisa,” kata Masyhuri ketika dihubungi secara terpisah.

Baca Juga: SDM Pertanian Penentu Sukses Pengembangan Food Estate

Dari sisi usahatani, program food estate berbasis mangga dinilai bakal berimbas positif bagi pendapatan petani. Karena pada lahan yang sama diperbolehkan menanam tanaman hortikultura seperti cabai dan jagung.

“Pertama, sebenarnya bukan hanya sekadar mangga, tetapi juga ingin agar petani mendapatkan hasil panen yang berkualitas. Kedua, mereka (para petani) juga bisa menanam tanaman selain mangga, seperti cabai dan jagung, sambil menunggu mangga panen,” katanya.

Hulu ke Hilir

Di sisi lain, PT Galasari Gunung Sejahtera juga akan menggandeng masyarakat sekitar lahan food estate berbasis mangga dalam proses pengolahan mangga. Terdapat lima varietas mangga di lahan tersebut, yakni malaba, gadung-21, arummanis, garifta, dan namdokmai.

“Karena dari hulu ke hilir. Hilirnya kita melibatkan UMKM (usaha mikro kecil menengah) setempat. Kami olah jadi keripik, es krim, fresh cut selain fresh food. Tapi memang tergantung jumlah buahnya,” kata Rizky.

Pemerintah meresmikan food estate berbasis mangga di Gresik, Jawa Timur, 22 Agustus lalu. Program yang diprakarsai Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan ini diterapkan di lahan seluas 1.000 hektare dan diproyeksikan menjadi salah satu lumbung buah-buahan di bawah inti dan off taker dari PT Galasari Gunung Sejahtera.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ada Ancaman Godzilla...
Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?
Hampir 100.000 Hektare...
Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana Rehabilitasi Disiapkan Rp148,53 M
Bangun Food Estate,...
Bangun Food Estate, Airlangga Sebut Tanah Merauke Lebih Baik dari Australia
Mentan Amran Geram,...
Mentan Amran Geram, 133,5 Ton Bawang Bombay Berpenyakit Diselundupkan ke RI
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Wujudkan Ketahanan Pangan,...
Wujudkan Ketahanan Pangan, Food Estate Wanam Papua Selatan Tak Terkait Film Pesta Babi
Rekomendasi
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Berita Terkini
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved