Menko Airlangga: Asia Pasifik Kekurangan 47 Juta Talenta Digital di 2030
Jum'at, 02 September 2022 - 19:20 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Transformasi digital merupakan salah satu kunci dalam percepatan pemulihan dan peningkatan daya tahan ekonomi nasional. Upaya mengakselerasi transformasi digital juga menjadi strategi pemerintah dalam memastikan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Nilai ekonomi digital Indonesia pada 2021 menyentuh angka tertinggi di kawasan ASEAN dan mencapai sebesar USD70 miliar. Nilai ini diprediksi akan meningkat hingga USD330 miliar di tahun 2030. Dengan peningkatan yang pesat tersebut, kebutuhan akan talenta digital sebagai navigator utama dalam menggerakkan ekosistem digital turut meningkat sehingga pemerintah juga berupaya mendorong pengembangan talenta dan infrastruktur digital melalui berbagai kebijakan.
"Pada tahun 2030 diprediksi akan terjadi kekurangan 47 juta talenta digital di kawasan Asia Pasifik dan saat ini Indonesia membutuhkan sekitar 600 ribu talenta digital setiap tahun. Untuk itu, Pemerintah telah menginisiasi berbagai kebijakan," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech serta membuka secara resmi kegiatan Indonesia Cloud Day 2022, dikutip Jumat (2/9/2022).
Baca Juga: Menko Airlangga Minta Pemerintah Daerah Tekan Inflasi di Bawah 5%
Salah satu kebijakan yang diinisiasi pemerintah yakni Program Kartu Prakerja yang bersifat end-to-end digital. Sebagai program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan berupa bantuan biaya dengan nilai manfaat hingga Rp3,55 juta bagi tiap individu, Kartu Prakerja telah menyasar lebih dari 13 juta penerima manfaat dari 514 kabupaten/kota dan memperlihatkan bahwa infrastruktur digital Indonesia telah mampu menjangkau hingga seluruh wilayah.
Nilai ekonomi digital Indonesia pada 2021 menyentuh angka tertinggi di kawasan ASEAN dan mencapai sebesar USD70 miliar. Nilai ini diprediksi akan meningkat hingga USD330 miliar di tahun 2030. Dengan peningkatan yang pesat tersebut, kebutuhan akan talenta digital sebagai navigator utama dalam menggerakkan ekosistem digital turut meningkat sehingga pemerintah juga berupaya mendorong pengembangan talenta dan infrastruktur digital melalui berbagai kebijakan.
"Pada tahun 2030 diprediksi akan terjadi kekurangan 47 juta talenta digital di kawasan Asia Pasifik dan saat ini Indonesia membutuhkan sekitar 600 ribu talenta digital setiap tahun. Untuk itu, Pemerintah telah menginisiasi berbagai kebijakan," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech serta membuka secara resmi kegiatan Indonesia Cloud Day 2022, dikutip Jumat (2/9/2022).
Baca Juga: Menko Airlangga Minta Pemerintah Daerah Tekan Inflasi di Bawah 5%
Salah satu kebijakan yang diinisiasi pemerintah yakni Program Kartu Prakerja yang bersifat end-to-end digital. Sebagai program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan berupa bantuan biaya dengan nilai manfaat hingga Rp3,55 juta bagi tiap individu, Kartu Prakerja telah menyasar lebih dari 13 juta penerima manfaat dari 514 kabupaten/kota dan memperlihatkan bahwa infrastruktur digital Indonesia telah mampu menjangkau hingga seluruh wilayah.
Lihat Juga :