Pasar Data Center Tumbuh Signifikan, Kinerja Daya Listrik yang Andal Jadi Tuntutan
Jum'at, 02 September 2022 - 21:12 WIB
loading...
ABB di Indonesia mendukung AREA31 yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV/2022. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pasar data center di Indonesia tumbuh signifikan selama beberapa tahun terakhir. Faktor pendorongnya terutama adalah kian luasnya tingkat konektivitas dan ekspansi besar-besaran dari sektor e-commerce, yang telah tumbuh 48% pada tahun lalu.
Selain itu, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menerapkan konsep smart city melalui teknologi infrastruktur IoT untuk jalan raya, lampu jalan, dan lampu lalu lintas.
Kesemuanya itu mendorong pertumbuhan kebutuhan akan data center yang inovatif untuk mendukung pertumbuhan konsumsi data.
Head of Data Center Segment ABB Electrification di Indonesia Joedy Lim mengatakan, kombinasi antara kemajuan akses internet di Indonesia dan komitmen pemerintah terkait konektivitas telah menciptakan pertumbuhan yang signifikan di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.
“Pasar data center Indonesia diperkirakan tumbuh dari USD1,67 miliar menjadi USD3,43 miliar, dengan Laju Pertumbuhan Majemuk (CAGR) sebesar 13,5% antara tahun 2022-2027,” terang dia melalui siaran pers, dikutip Jumat (2/9/2022).
Baca juga: Kasus Kebocoran Data, Keamanan Data Bukan Tanggung Jawab Satu Pihak Saja
Selain itu, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menerapkan konsep smart city melalui teknologi infrastruktur IoT untuk jalan raya, lampu jalan, dan lampu lalu lintas.
Kesemuanya itu mendorong pertumbuhan kebutuhan akan data center yang inovatif untuk mendukung pertumbuhan konsumsi data.
Head of Data Center Segment ABB Electrification di Indonesia Joedy Lim mengatakan, kombinasi antara kemajuan akses internet di Indonesia dan komitmen pemerintah terkait konektivitas telah menciptakan pertumbuhan yang signifikan di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.
“Pasar data center Indonesia diperkirakan tumbuh dari USD1,67 miliar menjadi USD3,43 miliar, dengan Laju Pertumbuhan Majemuk (CAGR) sebesar 13,5% antara tahun 2022-2027,” terang dia melalui siaran pers, dikutip Jumat (2/9/2022).
Baca juga: Kasus Kebocoran Data, Keamanan Data Bukan Tanggung Jawab Satu Pihak Saja
Lihat Juga :