IHSG Sepekan Ditutup Menghijau, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp9,37 Triliun

Sabtu, 03 September 2022 - 10:00 WIB
loading...
IHSG Sepekan Ditutup...
Ilustrasi saham. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,59% ke 7.177 dari pekan sebelumnya di level 7.135. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan perdagangan ditutup positif dengan kenaikan tertinggi rata-rata volume transaksi harian bursa yaitu sebesar 9,32% menjadi 29,490 miliar saham dari sebelumnya 26,975 miliar saham.

Sementara itu, transaksi harian bursa juga menguat sebesar 6,99% menjadi Rp14,504 triliun dari sebelumnya Rp13,557 triliun. Adapun, rata-rata frekuensi harian bursa turut mengalami peningkatan sebesar 1,80% menjadi 1.258.658 transaksi dari sebelumnya 1.236.386 transaksi.

"Kapitalisasi pasar bursa juga menguat 0,68 % menjadi Rp9.378,890 triliun dari Rp9.315,733 triliun pada pekan yang lalu," ungkap Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (3/9/2022).

Baca Juga: Naik Tipis, Sesi I IHSG Hari Ini Ditutup di Level 7.175

Di samping itu, pada perdagangan Jumat (2/9/2022) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp927,95 miliar dan mencatatkan beli bersih sebesar Rp67,735 triliun sepanjang 2022. Adapun pekan ini terdapat lima pencatatan obligasi serta satu sukuk. Sebanyak dua obligasi dicatatkan di BEI pada Senin (29/8/2022), yaitu PT Astra Sedaya Finance menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Astra Sedaya Finance Tahap V Tahun 2022 dengan nilai nominal sebesar Rp900 miliar.

Pada penerbitan surat utang ini, PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) memberikan peringkat AAA(idn) (Triple A), dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Kemudian, PT Sinar Mas Multiartha Tbk juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multiartha Tahap II Tahun 2022 dengan nilai nominal sebesar Rp1,84 triliun. Hasil pemeringkatan dari PT Kredit Rating Indonesia untuk obligasi ini adalah irAA (Double A) dan PT Bank KB Bukopin Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Selanjutnya pada Jumat (2/9/2022), sebanyak tiga obligasi dan satu sukuk resmi dicatatkan di BEI, yakni PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tahap III Tahun 2022 dengan nilai nominal sebesar Rp1,05 triliun.

Adapun, hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk obligasi ini adalah idA (Single A). Dalam penerbitan surat utang tersebut, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Emiten teknologi, PT XL Axiata Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2022 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III XL Axiata Tahap I Tahun 2022 dengan nilai obligasi dan sukuk masing-masing sebesar Rp1,5 triliun. Fitch menetapkan peringkat untuk obligasi dan sukuk adalah AAA(idn) (Triple A), dengan PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Baca Juga: Menko Airlangga: Asia Pasifik Kekurangan 47 Juta Talenta Digital di 2030

Terakhir, PT Merdeka Copper Gold Tbk juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Merdeka Copper Gold Tahap III Tahun 2022 dengan nominal obligasi senilai Rp4 triliun, dan mendapatkan peringkat idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Sebagai informasi, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2022 adalah 97 emisi dari 71 emiten senilai Rp121,03 triliun. Sampai dengan saat ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 516 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp463,98 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 125 emiten.

Kemudian, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 168 seri dengan nilai Rp4.982,47 triliun dan USD236,08 juta. Juga, Efek Beragun Aset (EBA) tercatat sebanyak 10 emisi senilai Rp3,98 triliun.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Nasdem Dukung Bareskrim...
Nasdem Dukung Bareskrim Berantas Manipulasi Pasar Modal
Regulator Mundur, IHSG...
Regulator Mundur, IHSG Tersungkur: Ketika Krisis Kepercayaan Menghantam Pasar Modal
Rekomendasi
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved