alexametrics

Seret, Turun 70% Kendaraan yang Keluar Jabodetabek Saat Lebaran

loading...
Seret, Turun 70% Kendaraan yang Keluar Jabodetabek Saat Lebaran
Arus kendaraan di tol cipularan. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat adanya penurunan signifikan kendaraan yang keluar Jabodetabek selama hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Menurut catatan Kemenhub, penurunan terjadi sekitar 60-70%.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Kemenhub turut membuka posko pemantauan selama masa mudik di beberapa check point, baik di jalan tol maupun non-tol di wilayah Jabodetabek.

"Kendaraan yang keluar wilayah Jabodetabek menurun signifikan, sebanyak 60-70% dibandingkan tahun lalu, baik melalui jalan tol atau arteri pada H-7 dan H+7 Idul Fitri," ujar Budi Karya dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, Rabu (1/7/2020). (Baca:Menhub Sebut SKIM Pemprov Jakarta Percuma, Jadi Tiadakan Saja)

Budi menambahkan, jika dibandingkan dengan tahun 2019, secara umum terlihat adanya penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan pada masa H-7 sampai H+7 Idul Fitri. Selama periode pengendalian transportasi 1 April hingga 7 Juni, jumlah seluruh penumpang angkutan umum mencapai 1,8 juta.



"Dalam konteks ini sebelum diberlakukan larangan mudik jumlah penumpang di semua moda transportasi 1,3 juta penumpang, sedangkan setelah ada larangan mudik jumlah penumpang menurun hingga 91%, menjadi 121 ribu penumpang," kata dia.

Budi menyebut, setelah diterbitkannya SE Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 No. 4 Tahun 2020 yang mana diperbolehkan perjalanan orang dengan pengecualian jumlah penumpang, maka penumpang angkutan umum kembali naik menjadi 450 ribu penumpang.



"Jumlah ini masih jauh di bawah jumlah penumpang pada periode sebelum adanya larangan mudik," tandasnya.
(uka)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top