Faisal Basri Dukung Kenaikan Harga BBM, Bandingkan Indonesia dengan Arab Saudi
Rabu, 07 September 2022 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) lebih dari 70% subsidi BBM selama ini justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu, yaitu pemilik mobil pribadi.
Kepala Badan Intelijen Negara (Kabin) Jenderal Pol. Budi Gunawan mengatakan atas pertimbangan stabilitas dan ketahanan ekonomi, langkah mempertajam subsidi kepada kelompok rentan sangat urgen dan harus menjadi prioritas.
"Data analisis intelijen ekonomi menunjukkan situasi global saat ini akan terus memberikan tekanan ekonomi ke seluruh negara, dan dampaknya terutama akan sangat terasa di kalangan yang rentan secara ekonomi," ujar Kabin.
Budi mengungkapkan kenaikan harga pangan dan kebutuhan dasar sehari-hari lainnya dengan mudah menjadikan mereka semakin turun ke level kemiskinan akut dan bahkan absolut. Atas pertimbangan itu, Presiden Jokowi memutuskan untuk mengalihkan subsidi energi kepada yang berhak.
"Negara harus hadir memberikan perlindungan efektif. Ini yang melatarbelakangi keputusan pengalihan subsidi, agar fokus kepada kelompok membutuhkan," tandasnya.
Sebagai informasi, pemerintah menambah anggaran bansos Rp 24,17 triliun. Dana ini mengalir untuk tiga jenis bansos. Pertama, bantuan langsung tunai (BLT) untuk pengalihan subsidi BBM yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Anggarannya sebesar Rp 12,4 triliun. Setiap keluarga akan menerima Rp 600 ribu dengan dua kali pencairan.
Baca Juga: Akhirnya Vivo Naikkan Harga BBM, Revvo 89 Jadi Rp10.900 per Liter
Kepala Badan Intelijen Negara (Kabin) Jenderal Pol. Budi Gunawan mengatakan atas pertimbangan stabilitas dan ketahanan ekonomi, langkah mempertajam subsidi kepada kelompok rentan sangat urgen dan harus menjadi prioritas.
"Data analisis intelijen ekonomi menunjukkan situasi global saat ini akan terus memberikan tekanan ekonomi ke seluruh negara, dan dampaknya terutama akan sangat terasa di kalangan yang rentan secara ekonomi," ujar Kabin.
Budi mengungkapkan kenaikan harga pangan dan kebutuhan dasar sehari-hari lainnya dengan mudah menjadikan mereka semakin turun ke level kemiskinan akut dan bahkan absolut. Atas pertimbangan itu, Presiden Jokowi memutuskan untuk mengalihkan subsidi energi kepada yang berhak.
"Negara harus hadir memberikan perlindungan efektif. Ini yang melatarbelakangi keputusan pengalihan subsidi, agar fokus kepada kelompok membutuhkan," tandasnya.
Sebagai informasi, pemerintah menambah anggaran bansos Rp 24,17 triliun. Dana ini mengalir untuk tiga jenis bansos. Pertama, bantuan langsung tunai (BLT) untuk pengalihan subsidi BBM yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Anggarannya sebesar Rp 12,4 triliun. Setiap keluarga akan menerima Rp 600 ribu dengan dua kali pencairan.
Baca Juga: Akhirnya Vivo Naikkan Harga BBM, Revvo 89 Jadi Rp10.900 per Liter
Lihat Juga :