Mengungkap Fakta-fakta Pemutusan Pasokan Gas Rusia ke Eropa Tanpa Batas Waktu
Rabu, 07 September 2022 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
Ketika sebelumnya aliran dijadwalkan kembali dibuka usai perbaikan selama tiga hari, Gazprom pada hari Jumat justru mengungkap ada kebocoran minyak sehingga harus dilakukan penutupan pipa dengan waktu yang tidak terbatas.
Pengumuman mengejutkan itu datang setelah pernyataan bersama dari kekuatan ekonomi G-7 yang mendukung proposal untuk menempatkan mekanisme pembatasan harga pada minyak Rusia.
Analis energi melihatnya sebagai eskalasi upaya Rusia untuk menimbulkan tekanan ekonomi di kawasan itu, Kremlin sejak itu mengatakan bahwa dimulainya kembali pasokan gas ke Eropa sepenuhnya tergantung pada Eropa yang mencabut sanksi ekonominya terhadap Moskow.
Penghentian pasokan melalui pipa Nord Stream 1, yang menghubungkan Rusia ke Jerman melalui Laut Baltik, mendorong harga gas Eropa melonjak pada hari Senin. Ada banyak ketakutan bahwa Eropa dapat dipaksa untuk menjatah energi selama musim dingin. Hal itu juga memperburuk risiko resesi di kawasan tersebut.
Gazprom vs Siemens Energi
Sementara itu, wakil CEO Gazprom, Vitaly Markelov mengatakan kepada Reuters, bahwa aliran gas melalui pipa Nord Stream 1 tidak akan berlanjut sampai Siemens Energy Jerman memperbaiki peralatan yang rusak. Terkait hal ini, Siemens Energy belum berkomentar.
Namun, perusahaan mengatakan kepada Reuters bahwa saat ini tidak ditugaskan oleh Gazprom untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan pada turbin dengan dugaan kebocoran minyak, tetapi mereka mengaku tetap siaga untuk melakukannya.
Siemens Energy menambahkan bahwa mereka "tidak dapat memahami representasi baru ini berdasarkan informasi yang diberikan selama akhir pekan."
Mark Dixon, pendiri Moral Rating Agency, sebuah organisasi penelitian yang berfokus pada perusahaan asing di Rusia, mengatakan, Gazprom menyalahkan Siemens Energy atas pemotongan pasokan gas adalah "contoh lain dari kebohongan negara dari Federasi Rusia."
"Rusia berbohong soal invasi dan telah berbohong sejak saat itu," kata Dixon. "Gazprom adalah Rusia, jangan salah. Tidak ada pilihan selain satu suara dengan (Presiden Rusia Vladimir) Putin."
Rusia telah secara drastis mengurangi pasokan gas ke Eropa dalam beberapa bulan terakhir, dengan aliran gas yang melalui pipa hanya beroperasi 20% dari volume yang disepakati sebelum penangguhan tanpa batas waktu.
Pengumuman mengejutkan itu datang setelah pernyataan bersama dari kekuatan ekonomi G-7 yang mendukung proposal untuk menempatkan mekanisme pembatasan harga pada minyak Rusia.
Analis energi melihatnya sebagai eskalasi upaya Rusia untuk menimbulkan tekanan ekonomi di kawasan itu, Kremlin sejak itu mengatakan bahwa dimulainya kembali pasokan gas ke Eropa sepenuhnya tergantung pada Eropa yang mencabut sanksi ekonominya terhadap Moskow.
Penghentian pasokan melalui pipa Nord Stream 1, yang menghubungkan Rusia ke Jerman melalui Laut Baltik, mendorong harga gas Eropa melonjak pada hari Senin. Ada banyak ketakutan bahwa Eropa dapat dipaksa untuk menjatah energi selama musim dingin. Hal itu juga memperburuk risiko resesi di kawasan tersebut.
Gazprom vs Siemens Energi
Sementara itu, wakil CEO Gazprom, Vitaly Markelov mengatakan kepada Reuters, bahwa aliran gas melalui pipa Nord Stream 1 tidak akan berlanjut sampai Siemens Energy Jerman memperbaiki peralatan yang rusak. Terkait hal ini, Siemens Energy belum berkomentar.
Namun, perusahaan mengatakan kepada Reuters bahwa saat ini tidak ditugaskan oleh Gazprom untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan pada turbin dengan dugaan kebocoran minyak, tetapi mereka mengaku tetap siaga untuk melakukannya.
Siemens Energy menambahkan bahwa mereka "tidak dapat memahami representasi baru ini berdasarkan informasi yang diberikan selama akhir pekan."
Mark Dixon, pendiri Moral Rating Agency, sebuah organisasi penelitian yang berfokus pada perusahaan asing di Rusia, mengatakan, Gazprom menyalahkan Siemens Energy atas pemotongan pasokan gas adalah "contoh lain dari kebohongan negara dari Federasi Rusia."
"Rusia berbohong soal invasi dan telah berbohong sejak saat itu," kata Dixon. "Gazprom adalah Rusia, jangan salah. Tidak ada pilihan selain satu suara dengan (Presiden Rusia Vladimir) Putin."
Rusia telah secara drastis mengurangi pasokan gas ke Eropa dalam beberapa bulan terakhir, dengan aliran gas yang melalui pipa hanya beroperasi 20% dari volume yang disepakati sebelum penangguhan tanpa batas waktu.
Lihat Juga :