Sri Mulyani: Minyak Sudah Menjadi Alat Perang Dunia
Rabu, 07 September 2022 - 20:55 WIB
loading...
Minyak sudah menjadi alat perang. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan akan menerapkan disiplin fiskal dengan maksimum defisit 3% dari produk domestik druto (PDB) pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) 2023. Langkah disiplin itu untuk mengantisipasi dampak dari situasi global.
Baca juga: Curhat Bendahara Negara Sri Mulyani: Harga BBM Naik Seharusnya Sejak 2021
“Ini adalah sesuai dengan task force yang dibuat oleh PBB, dan mereka mengidentifikasi situasi tantangan global ini akan berpotensi kepada tiga area krisis, yaitu pangan, energi, dan utang. Selain itu, kalau kita defisitnya masih sangat besar, kita harus melakukan financing apalagi financingnya sampai desperate, maka kita pasti akan terkena hit dengan cost of fund yang sangat tinggi,” ujar Sri dalam acara Sarasehan 100 Ekonomi Indonesia bertajuk "Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia" di Jakarta, Rabu (7/9/2022).
Selanjutnya, Sri mengatakan bahwa anggaran subsidi energi di tahun 2023 saat ini masih dalam pembahasan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah menyediakan anggaran subsidi minyak lebih dari Rp340 triliun dengan asumsi minyak di kisaran USD90 per barel.
“Tentu kita juga melihat ketidakpastian outlook dari harga minyak,” terangnya.
Baca juga: Curhat Bendahara Negara Sri Mulyani: Harga BBM Naik Seharusnya Sejak 2021
“Ini adalah sesuai dengan task force yang dibuat oleh PBB, dan mereka mengidentifikasi situasi tantangan global ini akan berpotensi kepada tiga area krisis, yaitu pangan, energi, dan utang. Selain itu, kalau kita defisitnya masih sangat besar, kita harus melakukan financing apalagi financingnya sampai desperate, maka kita pasti akan terkena hit dengan cost of fund yang sangat tinggi,” ujar Sri dalam acara Sarasehan 100 Ekonomi Indonesia bertajuk "Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia" di Jakarta, Rabu (7/9/2022).
Selanjutnya, Sri mengatakan bahwa anggaran subsidi energi di tahun 2023 saat ini masih dalam pembahasan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah menyediakan anggaran subsidi minyak lebih dari Rp340 triliun dengan asumsi minyak di kisaran USD90 per barel.
“Tentu kita juga melihat ketidakpastian outlook dari harga minyak,” terangnya.
Lihat Juga :