Erick Thohir Pede Dividen BUMN Tahun Depan Tembus Rp43,3 Triliun

Kamis, 08 September 2022 - 17:24 WIB
loading...
Erick Thohir Pede Dividen BUMN Tahun Depan Tembus Rp43,3 Triliun
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Dok MPI/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Kementerian BUMN memproyeksikan dividen dari perusahaan pelat merah pada tahun depan akan mencapai Rp43,3 triliun dan akan terus naik pada 2024.

Menteri BUMN Erick Thohir optimistis bila dividen perseroan bisa direalisasikan. Sikap itu didasarkan pada upaya efisiensi dan efektifitas dengan perbaikan bisnis model perusahaan.

"Untuk dividen sebenarnya pun nanti 2023 akan naik ke Rp43,3 triliun dan kita optimistis di 2024 akan lebih dari Rp43 triliun pastinya. Jadi, ada naik yang berjenjang," paparnya saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Harga BBM Naik, Erick Thohir Pastikan Gaji Karyawan BUMN Juga Naik

Sebagai informasi, pada tahun ini dividen BUMN yang dikontribusikan ke negara mencapai Rp40 triliun. Angka ini lebih besar dari yang diproyeksikan sebelumnya, di mana Kementerian BUMN memperkirakan dividen 2022 hanya berada di kisaran Rp36,4 triliun.

Sejak 2021 lalu, total dividen yang diberikan BUMN ke negara hanya mencapai Rp29,5 triliun. Nilai ini menurun drastis lantaran 90% BUMN terkontraksi kinerjanya akibat pandemi.

Tercatat, pada 2019 perusahaan membagikan dividen sebesar Rp50 triliun namun turun menjadi Rp44 triliun pada 2020.

Baca juga: Sri Mulyani Suntik BUMN Rp41,31 Triliun, Erick Thohir: Masih Kurang

Jumlahnya terus merosot sampai ke Rp29,5 triliun di 2021. Erick menilai pandemi menjadi momen yang sangat memberatkan perusahaan.

“Dividen ini cukup berat di awal kalau kita lihat ketika tahun 2019 hampir Rp50 triliun lalu di 2020 itu Rp44 triliun, lalu 2021 yang awalnya kita yakini bisa Rp40 triliun waktu itu, saya ingat saya memohon maaf karena ada Covid-19 akhirnya kita hanya bisa turun menjadi Rp29,5 triliun," bebernya.



Di lain sisi, Kementerian BUMN berhasil menekan utang dan modal BUMN hingga ke 35% dari sebelumnya 39%. Dia menyebut perbaikan kinerja juga mendorong pertumbuhan valuasi BUMN.

"Kita lihat sekarang perusahaan-perusahaan BUMN, empat BUMN saja, Telkom, Mandiri, BNI, BRI, sekarang sudah mencapai valuasi Rp1.600 triliun secara aset. Mereka juga dividennya terus naik," tutur mantan bos Inter Milan itu.
(ind)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2706 seconds (11.97#12.26)