Realisasi Serapan Anggaran Kementerian PUPR Tahun Ini Akan Digas
Kamis, 02 Juli 2020 - 13:55 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Hingga akhir semester pertama tahun 2020, penyerapan keuangan belanja infrastruktur Kementerian PUPR sebesar 32,4% atau senilai Rp26,9 triliun dari total pagu TA 2020 sebesar Rp 82,9 triliun. Sementara untuk progres pembangunan fisik sebesar 31,61%.
Penyerapan keuangan maupun realisasi fisik pada semester pertama tahun ini, secara persentase lebih baik dibanding periode sama tahun lalu. Di periode itu pencapaian keduanya hanya sebesar 25%.
"Kami akan mempercepat realisasi fisik dan keuangan, karena APBN merupakan instrumen yang kini sangat diharapkan untuk pemulihan ekonomi nasional,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2020). ( Baca juga: Kementerian PUPR Dukung Pengembangan Penunjang PLBN Terpadu Skouw )
Basuki menambahkan, progres penyerapan anggaran TA 2020 akan lebih cepat dari tahun 2019. Hal itu tidak terlepas dari sistem lelang dini yang dilakukan Kementerian PUPR.
“Proses lelang untuk proyek tahun 2020, sudah dilakukan sejak bulan November tahun 2019, dengan total jumlah paket untuk TA 2020 sebanyak 6.108 paket senilai Rp 58,8 triliun,” terangnya.
Penyerapan keuangan maupun realisasi fisik pada semester pertama tahun ini, secara persentase lebih baik dibanding periode sama tahun lalu. Di periode itu pencapaian keduanya hanya sebesar 25%.
"Kami akan mempercepat realisasi fisik dan keuangan, karena APBN merupakan instrumen yang kini sangat diharapkan untuk pemulihan ekonomi nasional,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2020). ( Baca juga: Kementerian PUPR Dukung Pengembangan Penunjang PLBN Terpadu Skouw )
Basuki menambahkan, progres penyerapan anggaran TA 2020 akan lebih cepat dari tahun 2019. Hal itu tidak terlepas dari sistem lelang dini yang dilakukan Kementerian PUPR.
“Proses lelang untuk proyek tahun 2020, sudah dilakukan sejak bulan November tahun 2019, dengan total jumlah paket untuk TA 2020 sebanyak 6.108 paket senilai Rp 58,8 triliun,” terangnya.
Lihat Juga :