Sambut Tren Bisnis Wisata dan Kuliner Usai Pandemi, Kampus Pacu Kewirausahaan
Kamis, 02 Juli 2020 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Pembelajaran langsung juga didapat melalui tatap muka dengan dosen tamu dari Nutrifood, Cimory, Sierad Produce, Ajinomoto, dan industri lainnya. Kegiatan guest lecture juga menjadi bagian dari factory visit, misalnya ke PT Yakult Indonesia Persada dan PT Krakatau Tirta Industri. Mahasiswa juga diberi pembekalan mengenai regulasi pangan terkini dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Sementara itu, selain pangan dan kuliner, pariwisata juga menjadi program unggulan lainnya. Meskipun saat ini sektor pariwisata masih bangkit dan tertatih imbas pandemi, ada secercah harapan untuk mengembangkan potensi daerah wisata melalui makanan dan minuman lokal.
"Rasa kangen atas makanan dan minuman lokal menjadi kesempatan bagi pelaku industri pariwisata untuk tetap bertahan walau terkena imbas pandemi," ucap Agus.
Oleh karena itu, lanjut dia, Universitas Prasetiya Mulya melalui program S1 Hospitality Business melihat potensi bisnis jasa yang dapat mengakomodir kerinduan para pelancong terhadap kekayaan budaya maupun kearifan lokal sebuah destinasi wisata.
"Kurikulum S1 Hospitality Business terdiri dari 60% hospitality and Tourism serta 40% bisnis, jiwa kewirausahaan dan strategic thinking juga diolah, misalnya dalam mata kuliah Consumer Behavior," bebernya.
Selama pembelajaran, mahasiswa didorong untuk memiliki orientasi market yang kuat ketika terjun ke industri jasa. Semua ini dilakukan agar lulusan dapat menjadi Hospitality Inovator yang memberikan pembaruan dalam industri hospitality.
Sementara itu, selain pangan dan kuliner, pariwisata juga menjadi program unggulan lainnya. Meskipun saat ini sektor pariwisata masih bangkit dan tertatih imbas pandemi, ada secercah harapan untuk mengembangkan potensi daerah wisata melalui makanan dan minuman lokal.
"Rasa kangen atas makanan dan minuman lokal menjadi kesempatan bagi pelaku industri pariwisata untuk tetap bertahan walau terkena imbas pandemi," ucap Agus.
Oleh karena itu, lanjut dia, Universitas Prasetiya Mulya melalui program S1 Hospitality Business melihat potensi bisnis jasa yang dapat mengakomodir kerinduan para pelancong terhadap kekayaan budaya maupun kearifan lokal sebuah destinasi wisata.
"Kurikulum S1 Hospitality Business terdiri dari 60% hospitality and Tourism serta 40% bisnis, jiwa kewirausahaan dan strategic thinking juga diolah, misalnya dalam mata kuliah Consumer Behavior," bebernya.
Selama pembelajaran, mahasiswa didorong untuk memiliki orientasi market yang kuat ketika terjun ke industri jasa. Semua ini dilakukan agar lulusan dapat menjadi Hospitality Inovator yang memberikan pembaruan dalam industri hospitality.
Lihat Juga :