Bingung! RI Masih Jadi Negara Berkembang Meski Kaya Sumber Daya Alam
Kamis, 15 September 2022 - 13:40 WIB
loading...
Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal, Kementerian Investasi/BKPM, Ahmad Idrus mengatakan, Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah punya potensi besar menjadi negara maju. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal, Kementerian Investasi /BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Ahmad Idrus mengatakan, Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah punya potensi besar menjadi negara maju.
Baca Juga: Luhut: Kereta Cepat Simbol Negara Maju
Menurutnya salah satu indikator sebuah negara dikatakan sebagai negara maju bisa dilihat dari rasio penduduk dengan pengusaha. Sebuah negara disebut sebagai negara maju ketika minimal 14% populasi penduduknya menjadi pengusaha.
"Malaysia baru 5%, Singapura 7%, kita di bawah itu, padahal kita punya sumber daya alam yang banyak," ujar Ahmad Idrus dalam acara pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku UMKM di kota Cilegon, Kamis (15/9/2022).
Sedangkan Indonesia sendiri, Ahmad Idrus mengatakan rasionya masih cukup rendah, atau diangka 3% saja dari total populasi penduduknya. Padahal Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa untuk digarap, tetapi masyarakat masih lebih memilih menjadi pegawai.
"Jadi ini (pemberian NIB) kita jadikan gerakan nasional, mengajak warga negara untuk memilih profesi sebagai pengusaha, sebab kita baru 3% penduduk jadi pengusaha," lanjutnya.
Baca Juga: Jangan Kubur Mimpi Kita untuk Jadi Negara Maju
Baca Juga: Luhut: Kereta Cepat Simbol Negara Maju
Menurutnya salah satu indikator sebuah negara dikatakan sebagai negara maju bisa dilihat dari rasio penduduk dengan pengusaha. Sebuah negara disebut sebagai negara maju ketika minimal 14% populasi penduduknya menjadi pengusaha.
"Malaysia baru 5%, Singapura 7%, kita di bawah itu, padahal kita punya sumber daya alam yang banyak," ujar Ahmad Idrus dalam acara pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku UMKM di kota Cilegon, Kamis (15/9/2022).
Sedangkan Indonesia sendiri, Ahmad Idrus mengatakan rasionya masih cukup rendah, atau diangka 3% saja dari total populasi penduduknya. Padahal Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa untuk digarap, tetapi masyarakat masih lebih memilih menjadi pegawai.
"Jadi ini (pemberian NIB) kita jadikan gerakan nasional, mengajak warga negara untuk memilih profesi sebagai pengusaha, sebab kita baru 3% penduduk jadi pengusaha," lanjutnya.
Baca Juga: Jangan Kubur Mimpi Kita untuk Jadi Negara Maju
Lihat Juga :