Harga Produk China Terkenal Murah, Begini Penjelasannya

Sabtu, 17 September 2022 - 22:45 WIB
loading...
Harga Produk China Terkenal...
Harga produk China terkenal murah. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Harga produk-produk dari China, selama ini dikenal sangat murah. Sejumlah pasar di dunia pun rata-rata menjual barang produksi China. Ternyata ini terkait dengan kebijakan pemerintah China, utamanya kebijakan ekspor, haji karyawan, hingga pajak.

Baca juga: Dulu Dicaci, Sekarang Dicari! 6 Merek China yang Mendunia, Nomor 4 Anda Tak Akan Menduga

Dilansir dari IndustryWeek, China memiliki strategi nasional 'dumping' yang merupakan tindakan produsen pengekspor produk ke negara lain, dengan harga yang berada di bawah pasar dalam negeri atau biaya produksi.



Tujuan dari 'dumping' adalah, demi menghancurkan dan merebut pasar untuk produk atau komoditas tertentu, sehingga harga kepada konsumen akan diturunkan jauh di bawah persaingan.

Baca juga: Memalukan! Oknum Polisi Cekik Ibu yang Memohon-mohon Maaf, Videonya Viral

Strategi ini diusung oleh China sebagai negara Neomerkantilisme. Di mana istilah tersebut merujuk pada negara yang memiliki kebijakan mendorong ekspor, dan menghambat impor demi mengontrol pergerakan modal.

Hal ini tentu akan membuat China akan untung, karena memiliki banyak permintaan. Kebijakan ini memang tidak dilarang oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Tenaga kerja di China juga dibayar sangatlah murah, dan juga berlimpah mengingat negara ini memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia.

Tak heran bila China, masih memiliki sekitar satu miliar penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kebanyakan pabrik yang telah menggunakan mesin dalam sistem produksinya, dinilai lebih murah dan berujung terhadap tingginya akan pengangguran.

Baca juga: Calon Pendeta di Alor Setubuhi 14 Korban, Modusnya Bujuk Rayu hingga Ancam Sebar Video Mesum

Selain itu seluruh pekerja yang berada di naungan All-China Federation of Trade Unions atau ACFTU juga menjadi penyebabnya. Sebab, serikat yang dibuat pemerintah ini menetapkan aturan bahwa membentuk serikat kerja penuh persaingan adalah ilegal. Sehingga semua persaingan baik lokal maupun asing akan dimonopoli oleh ACFTU.

Bila ada para buruh yang protes akan aturan ini, maka akan dipecat bahkan disiksa. Karena itulah cukup banyak kasus bunuh diri di China. China bahkan tidak memberikan asuransi maupun kompensasi bagi para pekerjanya. Meskipun mereka memiliki aturan tentang kesejahteraan pekerja.

Aturan tentang kesejahteraan pekerja, hanya dijadikan formalitas dan tidak pernah diterapkan. Negara ini juga menjadi salah satu negara paling tercemar di dunia, mengingat banyaknya pabrik produksi dan minimnya kesadaran terhadap kepedulian lingkungan.

Baca juga: Wow! Ada 2 PSM di Skuad Timnas Indonesia yang Diumumkan Shin Tae-yong untuk Hadapi Curacao

Kemudian bagi perusahaan asing yang hendak memasukkan produknya ke China, maka perusahaan tersebut harus memiliki beberapa pekerja asal China di dalam perusahaannya. Pekerja ini juga harus memiliki posisi penting dalam perusahaan tersebut.

Hal yang membuat barang China ini memiliki harga murah lainnya, dikarenakan adanya pajak penambahan nilai atau Value Added Tax (VAT). Sehingga setiap perusahaan yang berhasil mengekspor barang ke luar negeri, akan mendapatkan kembali pajak tersebut.

Kebanyakan perusahaan di China juga diwajibkan untuk membentuk mitra dengan negara ini. Di mana tujuannya adalah untuk mempertahankan kepemilikan mayoritas, mengambil sebagian besar keuntungan, dan memiliki kendali nyata atas perusahaan. Itulah mengapa barang di China memiliki harga murah. Banyaknya yang dikorbankan tentu menjadi harga yang sepadan dengan keuntungan yang didapatnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Rekomendasi
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
7 Jenis Ikan dengan...
7 Jenis Ikan dengan Harga Murah Mengandung Protein Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved