Ekonomi Rusia Tidak Akan Pulih dari Perang Ukraina hingga 2030

Senin, 19 September 2022 - 07:12 WIB
loading...
Ekonomi Rusia Tidak...
Ekonomi Rusia diramalkan masih akan merasakan dampak akibat dari perang Ukraina hingga beberapa tahun ke depan. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Ekonomi Rusia diramalkan masih akan merasakan dampak akibat dari perang Ukraina hingga beberapa tahun ke depan. Bahkan ekonomi Rusia diyakini tidak akan pulih ke level sebelum perang terjadi hingga akhir dekade ini, karena terguncang akibat dari invasi Putin ke Ukraina dan sanksi Barat yang mengiringinya.

Prediksi tersebut disampaikan Scope Ratings dalam sebuah laporan, yang memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Rusia pada akhir 2023 akan berada sekitar 8% di bawah output pada tahun 2021. Diketahui ekonomi Rusia tumbuh sebesar 4,7% pada tahun 2021, menurut layanan statistik federal Rosstat.

Baca Juga: Perang Putin Bikin Ekonomi Rusia Mundur 4 Tahun

Setelah 2023, potensi pertumbuhan akan turun menjadi 1,0 hingga 1,5% setahun dari 1,5-2,0% yang dicapai sebelum perang, kata badan itu. Menurut laporan itu yang dikutip dari Reuters, pengeluaran besar-besaran, akses terbatas ke teknologi barat dan tren demografis negatif, semuanya akan terus merugikan ekonomi Rusia.

"Pemerintah Rusia dibantu oleh Bank rusia, telah menggunakan rejeko nomplok yang berasal dari pendapatan ekspor untuk mengurangi dampak ekonomi domestik langsung dari perang di Ukraina dan sanksi Barat, tetapi prospek jangka panjang akan memburuk," ucap Analis Scope, Levon Kameryan.

Baca Juga: Ekonomi Rusia Berada di Jalur Kontraksi Terbesar Sejak Uni Soviet Runtuh

Beragam sanksi yang menghujani Moskow bakal terus menghambat pertumbuhan dan memperparah efek perang, tanpa adanya restrukturisasi ekonomi yang signifikan, demikian menurut laporan itu.

Dalam laporan tersebut menyebutkan, sekitar empat kali lipat modal swasta senilai USD64,2 miliar mengalir keluar dari Rusia pada kuartal pertama 2022 dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu.

Laporan Scope memperkirakan bahwa sektor swasta akan menarik lebih banyak modal dari Rusia tahun ini daripada USD152 miliar yang ditarik keluar pada tahun 2014, ketika Rusia mencaplok Krimea.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Rekomendasi
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Berita Terkini
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved