Cegah Monopoli Lion Air, Erick Pastikan Garuda Indonesia Tidak Akan Ditutup
Kamis, 02 Juli 2020 - 23:37 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, dirinya tidak akan menutup atau membubarkan PT Garuda Indonesia (Persero), salah satu alasannya mencegah terjadinya monopoli. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, dirinya tidak akan menutup atau membubarkan PT Garuda Indonesia (Persero). Seperti diketahui kondisi keuangan maskapai pelat merah itu sedang menghadapi tekanan, terlebih ketika kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.
Erick Thohir mengatakan kehadiran dan tetap beroperasinya Garuda Indonesia bisa mencegah adanya monopoli usaha di sektor penerbangan. "Karena kalau kita tutup sekarang ini jadi monopoli, saya bukannya anti Lion Air. Tapi kalau ini (Lion Air) cuma satu-satunya, akhirnya jadi monopoli,"ujar Erick di Jakarta, Kamis (2/7/2020).
(Baca Juga: Dana Talangan Garuda Rp8,5 Triliun, Posisinya Masih 'Insya Allah' )
Kondisi Garuda, membuat pemerintah menggunakan dana talangan sebesar Rp8,7 triliun. Lantaran Garuda memiliki utang jatuh tempo sebesar USD500 juta pada pertengahan tahun ini.
Sementara terkait dengan kasus pengaturan harga tiket, dimana beberapa maskapai dinyatakan bersalah. Erick mengungkapkan, bahkan sebelum dirinya menjadi menteri pun, kasus ribu-ribut harga tiket pesawat sudah lebih dulu terjadi karena adanya oligopoli.
Erick Thohir mengatakan kehadiran dan tetap beroperasinya Garuda Indonesia bisa mencegah adanya monopoli usaha di sektor penerbangan. "Karena kalau kita tutup sekarang ini jadi monopoli, saya bukannya anti Lion Air. Tapi kalau ini (Lion Air) cuma satu-satunya, akhirnya jadi monopoli,"ujar Erick di Jakarta, Kamis (2/7/2020).
(Baca Juga: Dana Talangan Garuda Rp8,5 Triliun, Posisinya Masih 'Insya Allah' )
Kondisi Garuda, membuat pemerintah menggunakan dana talangan sebesar Rp8,7 triliun. Lantaran Garuda memiliki utang jatuh tempo sebesar USD500 juta pada pertengahan tahun ini.
Sementara terkait dengan kasus pengaturan harga tiket, dimana beberapa maskapai dinyatakan bersalah. Erick mengungkapkan, bahkan sebelum dirinya menjadi menteri pun, kasus ribu-ribut harga tiket pesawat sudah lebih dulu terjadi karena adanya oligopoli.
Lihat Juga :