Ada Andil Megawati saat Sri Mulyani jadi Direktur IMF 2002-2004
Senin, 19 September 2022 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Masuknya Sri Mulyani ke IMF terjadi di penghujung pemerintahan Megawati Soekarnoputri yang menjabat Presiden sejak 23 Juli 2001 hingga 20 Oktober 2004. Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, juga mengakui bahwa kiprahnya di dunia internasional tak terlepas dari andil presiden ke-5 RI itu.
Menurut Ani, kala itu Megawati lah yang mendorong dirinya untuk terjun dan berkiprah di IMF. Hal itu dikemukakan Sri Mulyani saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk "Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju" di Jakarta, Minggu (22/12/2019).
Megawati pun turut hadir pada acara yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut. "Sebetulnya peranan saya di dunia internasional pertama kali itu karena Ibu Megawati, karena Ibu itu yang memberikan surat tugas saya menjadi Executive Director di IMF. Itu pertama kali karena Ibu Mega yang menugaskan kepada saya," ungkap Sri Mulyani, dikutip SINDOnews dari tayangan video di kanal YouTube, Senin (19/9/2022).
Baca juga: Rampogan Macan, Kisah Tradisi Gladiator di Tanah Jawa
"Di situlah saya mulai mengenal mengenai yang disebut institusi IMF dan World Bank, istilahnya mereka adalah The Bretton Woods Institutions," sambung perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962.
Sebagai Direktur Eksekutif IMF yang mewakili negara ASEAN, Sri Mulyani bertugas memperjuangkan aspirasi dan kebijakan yang dapat memengaruhi 12 negara di Asia Tenggara. "Saya mewakili Indonesia dan 11 negara lain. Tujuannya untuk memperjuangkan suara-suara dari anggota IMF terutama pada saat kita bicara tentang program, isu-isu dan kebijakan yang bisa memengaruhi negara," tutur peraih penghargaan Euromoney Finance Minister of the Year dari majalah Euromoney pada 2006.
Menurut Ani, kala itu Megawati lah yang mendorong dirinya untuk terjun dan berkiprah di IMF. Hal itu dikemukakan Sri Mulyani saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk "Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju" di Jakarta, Minggu (22/12/2019).
Megawati pun turut hadir pada acara yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut. "Sebetulnya peranan saya di dunia internasional pertama kali itu karena Ibu Megawati, karena Ibu itu yang memberikan surat tugas saya menjadi Executive Director di IMF. Itu pertama kali karena Ibu Mega yang menugaskan kepada saya," ungkap Sri Mulyani, dikutip SINDOnews dari tayangan video di kanal YouTube, Senin (19/9/2022).
Baca juga: Rampogan Macan, Kisah Tradisi Gladiator di Tanah Jawa
"Di situlah saya mulai mengenal mengenai yang disebut institusi IMF dan World Bank, istilahnya mereka adalah The Bretton Woods Institutions," sambung perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962.
Sebagai Direktur Eksekutif IMF yang mewakili negara ASEAN, Sri Mulyani bertugas memperjuangkan aspirasi dan kebijakan yang dapat memengaruhi 12 negara di Asia Tenggara. "Saya mewakili Indonesia dan 11 negara lain. Tujuannya untuk memperjuangkan suara-suara dari anggota IMF terutama pada saat kita bicara tentang program, isu-isu dan kebijakan yang bisa memengaruhi negara," tutur peraih penghargaan Euromoney Finance Minister of the Year dari majalah Euromoney pada 2006.
Lihat Juga :